TIGA PILAR GEREJA YHS

PILAR 1 – Our Heavenly Father Is YAHWEH

NAMA BAPA DI SORGA ADALAH YAHWEH

Kontroversi tentang nama YAHWEH dan Allah sudah menjadi sesuatu yang umum kususnya dalam kekristenan di Indonesia. Sehingga mereka yang menolak nama YAHWEH membuat berbagai argumen, mereka berkata kelompok yang memakai nama YAHWEH adalah sekte atau bidat yang menyimpang dan ada juga yang berkata mereka yang menyembah YAHWEH tidak mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Oleh karena itu Gereja YHS mendeklarasikan bahwa nama Bapa di Surga adalah “YAHWEH” dan bukan “Allah” dan Yesus Kristus adalah YAHWEH menjadi manusia dan Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Gereja YHS mengakui bahwa Napa Bapa di surga adalah YAHWEH sebab demikianlah yang tertulis di dalam kitab suci. Kalaupun ada argumen dan buku-buku sejarah dan karangan-karangan berbagai sumber yang mencoba berargumen untuk menolak nama YAHWEH dan membenarkan nama Allah, maka kita harus tetap berpegang pada sumber yang utama yaitu kitab suci (back to bible)

YAHWEH, The Personal Name
Bacalah Kitab Keluaran 3:1-22

Disini kita melihat sebuah peristiwa di mana Bapa di surga memperkenalkan namanya kepada Musa. Beberapa orang menafsirkan bahwa nama Bapa di surga adalah “Aku adalah Aku” Pertanyaan apakah benar demikian?

Mari kita melihat konteks dari peristiwa ini:
Ketika Bapa di surga memilih Musa untuk membebaskan bangsa Israel, Malaikat Tuhan menampakkan dirinya menyerupai nyala api dalam semak belukar, tetapi semak itu tidak hangus terbakar. Singkat cerita Musa mendapatkan tugas untuk membebaskan bangsa Israel dari Mesir, dan Musa bertanya kepada suara itu, kalau mereka berkata siapa yang mengutusmu untuk membebaskan bangsa Israel. Lalu suara itu berkata “Aku adalah Aku” ini bukanlah nama, tetapi Tuhan tahu bahwa Musa adalah manusia yang terbatas, karena itu Tuhan menyatakan diri-Nya atau kedaulatan-Nya. arti “Aku adalah Aku” Bapa sedang menyatakan bahwa yang mengutus Musa adalah Pribadi yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatunya, yang lebih besar dan lebih tinggi dari semua berhala-berhala (patung-patung) yang ada di dunia.
Setelah Bapa menyatakan kedaulatan-Nya. Dia juga menyatakan nama-Nya kepada Musa (The Personal Name).

Keluaran 3:15
(15) “YAHWEH Elohe avotekem, Elohe Avraham we Elohe Yishaq we Elohe Yaaqov,shelakhmi aleikem, ze shemi le olam we ze zikri le dor dor”

(Terjemahan: Elohim berfirman lagi kepada Musa, “Katakan demikian kepada bani Israel: YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Ishak, dan Yakub, telah mengutus aku kepadamu. Itulah Nama-Ku untuk selama-lamanya dan seperti itulah aku diingat di semua generasi turun temurun.”)

Dari keluaran 3:13-15 kita dapat melihat dengan jelas bagaimana Bapa menyatakan pribadi-Nya yang berkuasa kepada Musa dan bagaimana Bapa di surga menyatakan nama-Nya adalah YAHWEH bahkan kitab suci dengan jelas menuliskan bahwa hendaklah nama YAHWEH tetap di ingat oleh semua generasi turun temurun, termasuk kekeristenan sekarang ini.

Yesaya 42:8 Akulah YAHWEH, itulah Nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain, dan pujian-Ku kepada patung.

Hati Bapa di Surga adalah bahwa anak-anak-Nya dapat memanggil nama Bapa di Surga dengan benar, yaitu Bapa YAHWEH.

Arti kata Halelu-YAHA dalah Pujilah YAHWEH

Mayoritas kekristenan Indonesia menolak nama YAHWEH, tetapi dalam keseharian dan dalam ibadah-ibadah mereka selalu menyebutkan Halelu-Yah. Ini adalah sebuah pandangan yang sangat aneh, sebab mereka menolak nama YAHWEH, tetapi mereka menyebut Halelu-Yah yang artinya Pujilah YAHWEH.

Kata Haleluya, berasal dari kata Ibrani הללו־יה, yaitu “Halelu-Yah”. Kata ini muncul sebanyak 24 kali dalam kitab Mazmur dan sisanya ada di kitab Wahyu. Kata “HaleluYah” terdiri dari dua kata: הללו“Halelu” dan ה “Yah”.Kataהללו, HALELU berasal dari kata הלל HALAL, yang artinya “memuji, memuliakan”, sedangkan kata “Yah” adalah singkatan dari YAHWEH (YHWH), tetapi dalam kita suci yang diterbitkan oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) mengganti kata YAHWEH dengan kata TUHAN.

Dari terjemahan kata Halelu-YAH mengandung arti, yaitu sebuah “perintah” Pujilah YAHWEH bukan memuji dan menyembah Nama yang lain.

Mazmur 103:1-2
(1) Pujilah YAHWEH, hai jiwaku, dan segenap batinku, pujilah Nama-Nya yang kudus!
(2) Pujilah YAHWEH, hai jiwaku, dan janganlah melupakan segala kebaikan-Nya.
1 Tawarikh 16:8-10
(8)Bersyukurlah kepada YAHWEH, panggillah Nama-Nya,beritahukanlah perbuatan-perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.
(9)Bernyanyilah bagi Dia,nyanyikanlah mazmurbagi-Nya,ceritakanlah segalaperbuatan-Nya yang ajaib.
(10)Bermegahlah di dalamNama-Nya yang kudus;biarlah hati merekayang mencari YAHWEHbersukacita.
Jelas sekali bahwa Firman Tuhan sudah memberikan kita bibir yang bersih agar kita dapat memanggil nama YAHWEH, memuji dan bersorak demi nama YAHWEH dan menceritakan perbuatan-perbuatan YAHWEH yang ajaib kepada semua orang (artinya kebenaran tentang nama Bapa YAHWEH harus kita sampaikan).

Sejak Kapan Manusia Memanggil Nama YAHWEH?

Nama YAHWEH bukanlah sebuah gerakan yang baru atau sebuah doktrin agama. Sebab kalau kita kembali kepada teks asli dari Kitab Suci maka kita akan melihat bahwa keturunan Adam (generasi manusia pertama) sudah menyebut nama YAHWEH, sebagai Tuhan pencipta langit dan bumi yang berkuasa atas segala sesuatunya.

Kejadian 4:26 “Bagi Set, lahirlah juga seorang anak laki-laki yang diberi nama Enos. Sejak saat itu orang mulai memanggil Nama YAHWEH.

Mengapa Kekristenan Indonesia Tidak Mengenal Nama YAHWEH?

Kekristenan Indonesia tidak mengenal nama YAHWEH karena adanya penerjemahan Kitab Suci yang keliru mengenai nama Bapa di Surga.

Kitab Suci Kristen dari sejak awal telah mengalami perubahan akibat proses penerjemahan, di mana proses penerjemah mula-mula ke dalam bahasa Indonesia (Melayu) yang diterjemahkan oleh penginjil dari Eropa dan dibantu oleh sastrawan Muslim lokal yang bernama Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (lihat Google).

Adapun Kitab Suci tahun 1934 pernah beredar di Indonesia. Pada waktu itu, penerjemahan ke bahasa Indonesia (Melayu) dibantu oleh orang lokal yang beragama Muslim, jadi tidak heran bila Kitab Suci berbahasa Indonesia saat itu terpengaruh dengan nuansa Islam. Seperti contoh “Allah”, “Kabah”, “Masjid” dan “Assalamualaekum”. Semua identik dengan istilah Arab dan Islam.

Kata-kata tersebut muncul misalnya dalam Injil:

(ITB)Markus 1:39 “Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.”
(Kitab Suci 1934)Markus 1:39 “Maka Toehan mengadjar dalem mesdjidnja disaloeroh tanah Galilea, serta memboewang setan-setan.”

(ITB)Yohanes 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
(Kitab Suci 1934) Yohanes 20:21 “Maka kembali Jesoes berkata sama dia-orang: Assalamualaikoem! Sebagaimana Bapa soedah mengoetoes akoe, bagitoe djoega akoe menjoeroehken kamoe”.

(ITB)Matius 27:51 “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,”
(Kitab Suci 1934)Matius 27:51“Maka heiran, klamboe di kabah terbelah doewa, dan boemi bergempa dan goenoeng-goenoeng batoe terbelah-belah.”

(ITB)Yohanes 3:16“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
(Kitab Suci 1934) Yohanes 3:16“Karna bagitoe Allah tjinta sama doenia, sampe Dia kasih Anaknja jang toenggal, sopaja masingmasing orang, jang pertjaja sama Dia djangan binasa, melainken mendapet hidoep jang kekal.”

Seiring berjalannya waktu istilah-istilah yang “yang bernuansa Muslim” tidak digunakan lagi seperti :

  • mesdjidnja (masjid sudah di ganti dengan rumah-rumah ibadah)
  • Assalamualaikoem! (sudah diganti dengan damai sejahtera)
  • Kabah (sudah diganti dengan Bait Suci)

Tetapi ada satu yang sampai sekarang tidak dikembalikan atau tidak mengalami perubahan yaitu nama Allah dan itu dianggap suatu kebenaran oleh Kristen pada umumnya.

Kekristenan Indonesia bukanya tidak mengenal nama YAHWEH, sebab disekolah Theologia pasti mereka akan menemukan bahwa nama Bapa di Surga adalah YAHWEH. Tetapi kebenaran ini disimpan oleh kebanyakan hamba Tuhan, dengan berbagai macam alasan. Ditambah lagi dengan adanya terjemahan Kitab Suci yang tetap mempertahankan nama Allah sebagai sebuah kebenaran. Saudara dapat melihat dihalaman belakang Kitab Suci Kristen (kamus), disitu dengan jelas dikatakan bahwa TUHAN salinan dari nama Allah Israel yaitu YAHWEH (Keluaran 2:14-15). Bahkan kalau saudara mau kembali pada teks asli dari Kitab Suci, maka tidak ada satupun nama Allah yang tertulis di dalamnya, tetapi yang ada hanyalah nama YAHWEH.

PILAR 2 – JESUS IS THE CENTER OF OUR CHURCH (Yesus Adalah Pusat Pemberitaan Injil Dari Gereja YHS)

Gereja YHS adalah gereja yang mengakui bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat manusia. Oleh karena itu Yesus Kristus menjadi pusat pemberitaan dalam gereja YHS.

Yesus Kristus Adalah Pondasi Dari Gereja YHS

1 Korintus 3:11 “Sebab tidak seorang pundapat meletakkan fondasi lain,selain yang sudah diletakkan, yaituYESUS Kristus”.

Yesus Kristus adalah pondasi dari gereja YHS, artinya segala pengajaran, setiap khotbah-khotbah, dan setiap firman Tuhan yang disampaikan dalam gereja YHS, semuanya berisikan tentang Yesus Kristus bukan yang lain. Karena Yesus Kristus adalah pusat dari gereja YHS.

Yesus Kristus Pusat Pemberitaan Gereja YHS

2 Korintus 4:5 “Sebab kami tidak memberitakandiri kami sendiri, melainkan Kristus YESUS sebagai Tuhan, dan kami adalah hambamu karena YESUS.”

Kolose 1:27-29
(27)kepada mereka Elohim ingin memberitahukan kekayaan dan kemuliaan rahasia itu di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, yaitu Kristus ada di dalam kamu, yang adalah pengharapan akan kemuliaan,
(28)Dialah yang kami beritakan dengan memperingatkan dan mengajar setiap orang dalam segala hikmat, supaya kami dapat membawa setiap orang menjadi sempurna dalam Kristus YESUS.
(29)Untuk itulah aku berjerih lelah dengan kekuatan-Nya yang bekerja dengan dahsyat di dalam aku.

Galatia 1:7-8
(7) yang sebenarnya bukan Injil, tetapi ada beberapa orang yang meresahkan kamu dan bermaksud memutarbalikkan Injil Kristus.
(8) Namun, jika kami atau malaikat dari surga memberitakan injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, biarlah ia terkutuk!

Gereja YHS adalah gereja yang terpusat kepada Yesus Kristus, oleh karena itu gereja YHS hanya memberitakan Yesus Kristus saja. Sebab gereja YHS mengakui dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dunia.

Yesus Kristus Adalah TUHAN Yang Menjadi Manusia.

Firman menjadi manusia
Yohanes 1:1 dan 14


(1) “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama Elohim, dan Firman itu adalah Elohim.
(14) “Firman itu telah menjadi manusia dan berdiam di antara kita.Kita telah melihat kemuliaan-Nya,yaitu kemuliaan sebagai PutraTunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.

Kepenuhan Elohim di dalam Yesus Kristus
Kolose 2:9 Sebab seluruh kepenuhan Elohim berdiam secara jasmani di dalamKristus.
Yesus bukanlah manusia biasa yang memiliki kuasa yang supranatural, tetapi di dalam diri Yesus Kristus terletak seluruh kepenuhan Elohim, artinya Yesus Kristus adalah Elohim itu sendiri.

Yesus Kristus adalah Mesias
Yohanes 4:25-26
(25) Wanita itu berkata, “Aku tahu bahwa Mesias, yang disebut Kristus itu akan datang. Dan bila Dia datang,Dia akan memberitahukan segala sesuatu kepada kami.”
(26) YESUS berkata, “Akulah Dia, yang sedang berbicara kepadamu.”

Kata “Mesias” dalam bahasa Ibrani “Mashiah” yang artinya “yang diurapi” atau “Pembebas” dari kata Mesias ini diterjemahkan menjadi Kristos atau Kristus. Dan seluruh nubuatan yang menyatakan Mesias semua mengarah kepada Yesus Kristus, dan seluruh yang tertulis dalam kitab Perjanjian Baru (PB) semuanya mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Mesias.Bahkan percakapan Yesus dengan perempuan Samaria ini, Yesus sendiri manyatakan bahwa Yesus adalah Mesias.