Biblical Journey – Hierapolis, Laodikia, EfesusBiblical Journey – Hierapolis, Laodicea, Ephesus

BIBLICAL JOURNEY 2016
Ps. Yusak Hadisiswantoro
(Senior Pastor YHS Church)

– DAY 2 –
Kamis, 17 November 2016

 

GEREJA HIERAPOLIS
Kolose 4:13

Rasul Paulus mengatakan bahwa Epafras sudah bersusah payah berdoa untuk jemaat Hierapolis dan Laodikia. Dan itu bisa dimaklumi karena tempat ini begitu jauh, dengan medan yang tidak mudah, bahkan ribuan tahun yang lalu belum ada alat transportasi modern. Mungkin yang bisa dinaiki hanyalah unta. Sehingga kita tahu perjuangan para Rasul di masa lalu untuk memberitakan Injil adalah sungguh mengalami tantangan yang luar biasa, namun mereka tetap berkomitmen, tegar dan menyala-nyala dalam pekabaran Injil.

Paulus juga berkata bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Penderitaan Paulus juga tertulis di 2 Kor 11:23-27, dikatakan bahwa dia berjerih lelah, dalam bahaya, didera, disesah, dirajam. Bahkan dia juga tetap mengurus urusan sehari-hari dalam memelihara semua jemaat.
Mati bagi Paulus bukanlah malapetaka, melainkan keuntungan. Sebab Bible juga mengatakan bahwa kematian itu adalah peristirahatan dan segala jerih payah perbuatan menyertai.

Mati adalah keuntungan:
1.Ada rumah yang lebih baik, yang telah disediakan Tuhan di Surga.
2.Ada upah yang lebih baik.
3.Ada fellowship yang lebih baik dengan Tuhan YESUS.
4.Ada tubuh yang lebih baik.
5.Ada warisan yang lebih baik.

Di Surga tidak ada air mata. Di dunia ini hanya sementara saja. Maka patutlah kita bersyukur saat ini, walaupun Gereja YHS mendapatkan mandat dan panggilan Tuhan sebagai Gereja Rasuli, Tuhan juga sudah menyediakan transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, serta sarana prasarana yang lebih modern, sehingga kita seharusnya bisa bergerak lebih cepat dan antusias untuk memberitakan Injil Anugerah & Kebenaran di seluruh muka bumi ini.

Selagi masih ada kesempatan untuk melayani di bumi ini, marilah kita juga menginvestasikan waktu, tenaga dan talenta kita bukan hanya hidup untuk suami, anak-anak, keluarga, pekerjaan saja, tetapi marilah kita juga menginvestasikannya untuk perkara yang kekal, yang pasti akan kita tuai nanti di Surga! Ambillah bagian dalam melayani Tuhan.. Sebab sekali lagi, hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan! Dan jerih payah kita tidak akan sia-sia. Tetaplah semangat dan menjadi pilar di Gereja Lokal kita!

Stay Creative, Persistence and Enthusiastic for Christ is in us!

 

GEREJA LAODIKIA
Wahyu 3:14

Laodikia adalah Gereja yang pernah mendapatkan perhatian khusus dari Tuhan, dikatakan bahwa mereka ini tidak dingin dan juga tidak panas, mereka suam-suam, sehingga ada tegoran akan dimuntahkan. Juga disebutkan di Gereja Laaodikia ini bahwa Tuhan berdiri di depan pintu dan mengetok, barangsiapa membukakan pinti maka “Aku akan masuk, tinggal dan makan bersama dia”. Seringkali ayat ini ditujukan pada orang yang belum percaya, padahal ini adalah ayat yang ditujukan untuk jemaat. Jadi, siapapun jemaat biarlah menjadi waspada dan perhatian bahwa betapa pentingnya untuk tidak menutup pintu akan kehadiran Tuhan YESUS. Biarlah kita semua senantiasa tinggal dan hidup bersama YESUS Kristus Tuhan.

Manakah yang lebih baik, dingin atau panas?

Tuhan YESUS memberitahu bahwa “kalau engkau dingin, dinginlah.. kalau engkau panas, panaslah. BUKAN suam-suam”. Dingin yang disebutkan disini adalah tentang loh batu yang dingin. Dapat diartikan bahwa “kalau engkau percaya loh batu (Taurat), peganglah itu. Tetapi kalau engkau ‘dingin’, memang tidak bisa selamat, engkau tetap perlu Mesias, yaitu YESUS. Tetapi kalau engkau panas, yaitu Roh Kudus (pencurahan Roh Kudus), Anugerah, maka biarlah engkau panas. Janganlah suam-suam.

Seringkali Gereja Indonesia adalah Gereja yang ‘dingin’ & ‘panas’, akhirnya menjadi suam-suam (Taurat ok, Anugerah juga ok), maka yang terjadi adalah akan dimuntahkan. Oleh karena itu, biarlah engkau tidak lagi ‘dingin’, tetapi engkau adalah yang ‘panas’, yang alami Anugerah, sama seperti seluruh jemaat Gereja YHS tidak lagi under law (di bawah Taurat), tetapi benar-benar hidup oleh karena Anugerah Tuhan YESUS Kristus Juru Selamat kita dan tidak lagi dikuasai oleh dosa. (GRACE is NOT a licensce to sin, but is the POWER to sin NO MORE).

 

GEREJA EFESUS
Wahyu 2: 1-7

Dikatakan bahwa mereka bekerja berjerih payah dan tekun. Jeli/ tidak mudah dibohongi dan tidak mudah hanyut. Ada orang yang mengajarkan pengajaran lain, mereka tahu. Ada orang yang menyebut dirinya Rasul padahal bukan, mereka juga tahu.

Bahkan karena Nama YESUS, mereka mau sabar menderita dan tidak mengenal lelah. Sungguh pujian yang luar biasa bagi Jemaat di Efesus. Namun juga ada tegoran tentang bagaimana mereka meninggalkan kasih mula-mula dalam perjalanan iman ini. Oleh karena itu, Tuhan mengingatkan mereka untuk bertobat dan kembali kepada kasih mula-mula.

Hal inipun juga sering kita alami. Dulu kita melakukan hal-hal yang baik, baik, baik.. penuh gelora dan bersemangat, murah hati.. namun sekarang tidak lagi. Semua serba ‘perhitungan’ dan ‘tawar’. Seringkali kita secara tidak sadar ‘menghitung nilai pengorbanan kita’ dalam melayani Tuhan. Pengorbanan waktu, energi, finansial, bahkan untuk DIP, berdoa dan membaca Firman pun juga kita ‘hitung-hitungan’ bahkan menjadi tawar dan lelah..

Marilah kita kembali kepada kasih mula-mula. Tetap tekun melayani Tuhan dengan limpahan Kasih-Nya yang sudah diberikan di dalam hidup kita. Tidak ada kata terlambat, tidak ada kata malas, tidak ada kata ‘tidak layak’. Marilah kita mulai lagi melakukan hal-hal basic dan hal-hal baik yang sudah pernah kita lakukan dulu. Rajin berdoa, rajin membaca Bible, rajin melayani, tetap murah hati dalam menabur, tetap memuji dan menyembah, serta semakin giat beribadah dengan passion yang selalu menyala-nyala karena cinta-Nya yang melimpah di dalam kehidupan kita!

See you @ DAY 3,
YESHUA HaMashiakh Bless You!