Doa Adalah Gaya HidupDoa Adalah Gaya Hidup

Bahan : Matius 6:5 “Dan ketika engkau berdoa, janganlah menjadi seperti orang-orang munafik, karena mereka suka berdoa dengan berdiri di dalam sinagoga-sinagoga dan di sudut-sudut jalan raya, sehingga mereka terlihat oleh manusia. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa mereka telah menerima pahalanya.”

 

Doa adalah sebuah gaya hidup bukan sebuah topeng untuk terlihat lebih baik dan rohani di hadapan semua orang. Firman Tuhan mengajarkan kita “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik” kata munafik (Yunani) “Hupokrites” artinya aktor atau pemain sandiwara, dalam konteks ini lebih mengarah kepada sebuah peran atau sandiwara yang di buat-buat agar terlihat lebih rohani dan mencari pujian dari orang-orang.

 

Yesus menegur orang farisi dan ahli taurat karena mereka begitu terlihat rohani di hadapan orang-orang, mereka berseru tentang pertobatan, mengajarkan firman Tuhan kepada orang-orang di jalan-jalan tetapi semuanya itu hanyalah sebuah topeng kemunafikan yang menutupi segala kejaahatan dan pelanggaran mereka.

 

Doa bukanlah sebuah topeng rohani untuk menutupi keburukan kita di depan orang-orang dan doa bukanlah kumpulan kalimat dan nota kebutuhan bulanan kita yang diberikan pada Yesus agar Yesus melakukan seperti yang kita mau. Tetapi Doa adalah kehidupan dan menjadi gaya hidup kita sehari-hari dimana kita berkata saya butuh Yesus dalam hidupku, dalam keluarga, pekerjaan dan masa depan ku.

 

Yesus tidak melarang siapapun berdoa di jalan-jalan, dia tengah keramaian dan lain sebagainya, tetapi setu hal yang kita pelajari dari ayat ini adalah bahwa doa bukan sebuah topeng untuk terlihat rohani di hadapan orang. sebab itu kalau kita sudah mengerti doa adalah gaya hidup maka apapun yang kita kerjakan dan dimanapun kita berada maka kita memiliki kehidupan doa yang selalu berkata saya perlu Yesus Kristus dalam segala hidupku dan segala hal yang saya kerjakan.

 Bahan : Matius 6:5 “Dan ketika engkau berdoa, janganlah menjadi seperti orang-orang munafik, karena mereka suka berdoa dengan berdiri di dalam sinagoga-sinagoga dan di sudut-sudut jalan raya, sehingga mereka terlihat oleh manusia. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa mereka telah menerima pahalanya.”

 

Doa adalah sebuah gaya hidup bukan sebuah topeng untuk terlihat lebih baik dan rohani di hadapan semua orang. Firman Tuhan mengajarkan kita “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik” kata munafik (Yunani) “Hupokrites” artinya aktor atau pemain sandiwara, dalam konteks ini lebih mengarah kepada sebuah peran atau sandiwara yang di buat-buat agar terlihat lebih rohani dan mencari pujian dari orang-orang.

 

Yesus menegur orang farisi dan ahli taurat karena mereka begitu terlihat rohani di hadapan orang-orang, mereka berseru tentang pertobatan, mengajarkan firman Tuhan kepada orang-orang di jalan-jalan tetapi semuanya itu hanyalah sebuah topeng kemunafikan yang menutupi segala kejaahatan dan pelanggaran mereka.

 

Doa bukanlah sebuah topeng rohani untuk menutupi keburukan kita di depan orang-orang dan doa bukanlah kumpulan kalimat dan nota kebutuhan bulanan kita yang diberikan pada Yesus agar Yesus melakukan seperti yang kita mau. Tetapi Doa adalah kehidupan dan menjadi gaya hidup kita sehari-hari dimana kita berkata saya butuh Yesus dalam hidupku, dalam keluarga, pekerjaan dan masa depan ku.

 

Yesus tidak melarang siapapun berdoa di jalan-jalan, dia tengah keramaian dan lain sebagainya, tetapi setu hal yang kita pelajari dari ayat ini adalah bahwa doa bukan sebuah topeng untuk terlihat rohani di hadapan orang. sebab itu kalau kita sudah mengerti doa adalah gaya hidup maka apapun yang kita kerjakan dan dimanapun kita berada maka kita memiliki kehidupan doa yang selalu berkata saya perlu Yesus Kristus dalam segala hidupku dan segala hal yang saya kerjakan.