I Have NothingI Have Nothing

“Aku menyanggupi semuanya dalam Kristus yang menguatkan aku.” (Filipi 4:13)

 

Banyak di antara kita yang sebelum mengenal Tuhan, pernah berkata ‘i have nothing’. Ketika masalah datang kita terlalu berlebihan dengan langsung berkata kita tidak memiliki apa-apa. Ketika kita kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berarti dan berharga dalam hidup kita,maka dengan cepat kita berpikir bahwa kita tidak memiliki apa-apa lagi. Tetapi apakah kita pernah berpikir bahwa tangan, kaki, mata kita ini bukanlah sesuatu yang berharga? Dan sekalipun kita kehilangan semuanya itu, kita tetap tidak boleh berkata bahwa kita tidak memiliki apa-apa.

 

Terkadang kita berpikir mengapa Tuhan begitu kejam dan tidak adil pada kita. Dan saat ini yang perlu kita ketahui dan kita ingat, bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan anakNya menderita sepanjang hidupnya dan juga tidak ada satu orang manusia pun di dunia ini, yang hidupnya tanpa air mata atau tanpa masalah. Kita mungkin melihat beberapa orang tampak memiliki hidup yang sempurna, yang kadang-kadang ketika kita melihatnya,cukup membuat kita berpikir bahwa kita hanya anak tirinya Tuhan.

 

Jika hal ini pernah ada dan terbesit di hati kita, segeralah kita memohon pengampunan pada Tuhan. Apa yang terkadang tampak indah pada diri seseorang, tidaklah seindah yang kita lihat. Bahkan seorang puteri atau pangeran pun tidak memiliki kehidupan seindah seperti yang kita bayangkan. Tuhan memberikan porsi kemampuan yang berbeda-beda untuk setiap anakNya.

 

Seseorang yang lahir dalam sebuah istana, tidak akan menyadari betapa indahnya kerajaan itu, karena mereka sudah terbiasa dengan hal itu. Tetapi akan menjadi sangat luar biasa bagi seseorang yang hidupnya di luar istana, yang sudah mengalami kekurangan dan kesengsaraan. Tuhan tidak memiliki anak tiri, semua memiliki kesempatan yang sama. Semuanya hanya bergantung pada sejauh mana doa dan iman kita akan perubahan hidup ini.

 

Jadikanlah setiap masalah kita sebagai latihan karakter untuk menerima berkat dan tanggung jawab yang lebih besar dari Tuhan. Semakin banyak yang akan diberikan pada kita, maka semakin  keras pula latihan iman yang Tuhan berikan pada kita.

 

Kesimpulan:

Berdoalah sesering mungkin agar kita tidak hancur dalam pelatihan iman sebelum Tuhan menaikkan level kita ke tempat yang lebih tinggi. Doa kita adalah kekuatan kita, itulah modal dasar kita dalam memenangkan pertandingan dalam dunia ini.“Aku menyanggupi semuanya dalam Kristus yang menguatkan aku.” (Filipi 4:13)

 

Banyak di antara kita yang sebelum mengenal Tuhan, pernah berkata ‘i have nothing’. Ketika masalah datang kita terlalu berlebihan dengan langsung berkata kita tidak memiliki apa-apa. Ketika kita kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berarti dan berharga dalam hidup kita,maka dengan cepat kita berpikir bahwa kita tidak memiliki apa-apa lagi. Tetapi apakah kita pernah berpikir bahwa tangan, kaki, mata kita ini bukanlah sesuatu yang berharga? Dan sekalipun kita kehilangan semuanya itu, kita tetap tidak boleh berkata bahwa kita tidak memiliki apa-apa.

 

Terkadang kita berpikir mengapa Tuhan begitu kejam dan tidak adil pada kita. Dan saat ini yang perlu kita ketahui dan kita ingat, bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan anakNya menderita sepanjang hidupnya dan juga tidak ada satu orang manusia pun di dunia ini, yang hidupnya tanpa air mata atau tanpa masalah. Kita mungkin melihat beberapa orang tampak memiliki hidup yang sempurna, yang kadang-kadang ketika kita melihatnya,cukup membuat kita berpikir bahwa kita hanya anak tirinya Tuhan.

 

Jika hal ini pernah ada dan terbesit di hati kita, segeralah kita memohon pengampunan pada Tuhan. Apa yang terkadang tampak indah pada diri seseorang, tidaklah seindah yang kita lihat. Bahkan seorang puteri atau pangeran pun tidak memiliki kehidupan seindah seperti yang kita bayangkan. Tuhan memberikan porsi kemampuan yang berbeda-beda untuk setiap anakNya.

 

Seseorang yang lahir dalam sebuah istana, tidak akan menyadari betapa indahnya kerajaan itu, karena mereka sudah terbiasa dengan hal itu. Tetapi akan menjadi sangat luar biasa bagi seseorang yang hidupnya di luar istana, yang sudah mengalami kekurangan dan kesengsaraan. Tuhan tidak memiliki anak tiri, semua memiliki kesempatan yang sama. Semuanya hanya bergantung pada sejauh mana doa dan iman kita akan perubahan hidup ini.

 

Jadikanlah setiap masalah kita sebagai latihan karakter untuk menerima berkat dan tanggung jawab yang lebih besar dari Tuhan. Semakin banyak yang akan diberikan pada kita, maka semakin  keras pula latihan iman yang Tuhan berikan pada kita.

 

Kesimpulan:

Berdoalah sesering mungkin agar kita tidak hancur dalam pelatihan iman sebelum Tuhan menaikkan level kita ke tempat yang lebih tinggi. Doa kita adalah kekuatan kita, itulah modal dasar kita dalam memenangkan pertandingan dalam dunia ini.