TATA DASAR GEREJA YESUS HIDUP SEJATI

Pasal 1

NAMA, KEDUDUKAN DAN WAKTU

  1. Gereja ini bernama: Gereja Yesus Hidup Sejati, dengan sebutan singkat: Gereja YHS.
  2. Gereja Yesus Hidup Sejati berkedudukan di Makassar, Sulawesi Selatan dengan gereja-gereja di seluruh Indonesia dan di negara-negara lain di seluruh dunia.
  3. Gereja Yesus Hidup Sejati didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Pasal 2

WUJUD GEREJA

  1. Gereja adalah lembaga ilahi yang didirikan Tuhan untuk menyatakan hadirat-Nya di dunia.
  2. Gereja adalah orang-orang yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.
  3. Gereja adalah Bait Tuhan atau Bait Roh Kudus dibangun dari batu-batu yang hidup, orang-orang lahir baru oleh Roh Kudus dan firman Tuhan.
  4. Gereja adalah Tubuh Kristus, pelayanan rohani dari semua suku, bangsa dan bahasa di semua tempat di sepanjang waktu, dipanggil menjadi terang dan garam dunia.
  5. Gereja adalah bala tentara ilahi, dipimpin Roh Kudus dan firman Tuhan, masuk peperangan rohani untuk kemenangan besar di dunia dan di zaman yang akan datang dalam kemuliaan Tuhan kekal selamanya.
  6. Gereja Yesus Hidup Sejati terdiri dari Jemaat-jemaat Gereja Yesus Hidup Sejati di Indonesia dan negara-negara lain di dunia, dengan sungguh-sungguh mewujudkan Gereja yang Esa, Kudus dan Am.

Pasal 3

DASAR DAN KEHIDUPAN GEREJA

  1. Dasar Gereja Yesus Hidup Sejati yang tetap ialah Tuhan Yesus Kristus dan pengakuan Yesus Kristus adalah Tuhan, Mesias, Anak Tuhan yang hidup, seperti penyataan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dirumuskan dalam Pengakuan Iman, Tata Dasar, Tata Peraturan dan Tata Etika Gereja Yesus Hidup Sejati.
  2. Kehidupan pelayanan Gereja Yesus Hidup Sejati adalah bersama-sama, setia melayani dan mengabdi kepada Tuhan Yesus Kristus melalui ikatan persekutuan “Yakin Hidup Sukses”.

Pasal 4

AZAS GEREJA

Gereja Yesus Hidup Sejati berazaskan Pancasila sebagai azas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusi.

Pasal 5

VISI DAN MISI GEREJA

Visi

“Mega Churches yang berkembang tanpa batas dengan gereja-gereja satelit yang terdiri dari keluarga-keluarga sukses dan bahagia yang dikenan Tuhan dan manusia”

Misi

“Mengubah jemaat biasa menjadi hamba Tuhan militan yang aktif melayani di gereja rasuli”.

Pasal 6

JEMAAT GEREJA

Jemaat Gereja Yesus Hidup Sejati adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, yang ditandai dengan baptisan selam dan digembalakan oleh seorang hamba Tuhan Gereja Yesus Hidup Sejati. Gereja Yesus Hidup Sejati berasal dan berada di Indonesia dan negara-negara lain di dunia.

Pasal 7

HAMBA TUHAN GEREJA

Untuk melaksanakan tugas dan pelayanannya, Gereja Yesus Hidup Sejati melantik hamba-hamba Tuhan, yaitu: Senior Pastor (S.Ps.); Pastor (Ps); Asisten Pastor (A.Ps.) dan Evangelis (Ev.).

Pasal 8

KEPEMIMPINAN GEREJA

  1. Majelis Pembina Rohani (MPR) adalah Majelis Pendiri Gereja Yesus Hidup Sejati, berkedudukan tetap dan tidak dapat digantikan, kecuali meninggal atau yang bersangkutan mengundurkan diri .
  2. Sidang Raya Sinode adalah sidang pemilihan dan penetapan Ketua Umum MPS dan Garis-garis besar pelayanan untuk periode waktu pelayanan (4 tahun) Gereja Yesus Hidup Sejati.
  3. Majelis Pekerja Sinode (MPS) adalah Mandataris Sidang Raya Sinode Gereja Yesus Hidup Sejati.
  4. Majelis Pekerja Daerah (MPD) adalah Perwakilan MPS Gereja Yesus Hidup Sejati di Daerah Tingkat I atau wilayah yang ditetapkan MPS.
  5. Gembala Jemaat Gereja Yesus Hidup Sejati adalah Pimpinan Jemaat Lokal Gereja Yesus Hidup Sejati.
  6. Majelis Jemaat Gereja Yesus Hidup Sejati adalah Perwakilan Jemaat Lokal Gereja Yesus Hidup Sejati yang terdiri dari Gembala Jemaat Gereja Yesus Hidup Sejati dan Pembela Sidang Gereja Yesus Hidup Sejati.
  7. Pembela Sidang Gereja Yesus Hidup Sejati adalah Perwakilan Warga Jemaat Lokal Gereja Yesus Hidup Sejati, dimana wewenang pengangkatan dan pemberhentiannya adalah oleh Gembala Jemaat Lokal Gereja Yesus Hidup Sejati.

Pasal 9

LEMBAGA YANG DIBENTUK

MAJELIS PEKERJA SINODE (MPS)  

Untuk melaksanakan tugas pelayanan pengabdiannya, Majelis Pekerja Sinode membentuk:

            1. Departemen-departemen.
            2. Komisi-komisi.
            3. Panitia-panitia Ad Hoc.

Pasal 10

DISIPLIN GEREJA

Gereja Yesus Hidup Sejati melaksanakan Disiplin Gereja terhadap Hamba-hamba Tuhan Gereja Yesus Hidup Sejati yang mengingkari Pengakuan  Iman, Tata Dasar, Tata Peraturan dan Tata Etika Gereja Yesus Hidup Sejati.

Pasal 11

PROPERTI DAN KEUANGAN GEREJA

            1. Properti Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS) dibedakan menjadi:
            2. Properti Milik umum Gereja Yesus Hidup Sejati.

Semua barang bergerak dan tidak bergerak yang dibeli dan dibiayai oleh MPS/MPD, atau dihibahkan dengan sah kepada MPS/MPD Gereja Yesus Hidup Sejati, adalah milik Umum Gereja Yesus Hidup Sejati yang dikelola oleh MPS/MPD Gereja Yesus Hidup Sejati.

              1. Properti Milik Lokal.

Semua barang bergerak dan tidak bergerak yang dibeli dan dibiayai Gereja Lokal Gereja Yesus Hidup Sejati atau dihibahkan dengan sah kepada Gereja Lokal Gereja Yesus Hidup Sejati adalah Milik Gereja Lokal Gereja Yesus Hidup Sejati yang dikelola Majelis Jemaat Gereja Lokal Gereja Yesus Hidup Sejati.

            1. Keuangan Gereja Yesus Hidup Sejati dikelola dan ditetapkan oleh:
            2. Majelis Pekerja Sinode (MPS) untuk keuangan di tingkat nasional dan atau di tingkat wilayah (MPD) sebagaimana ditetapkan MPS.
            3. Majelis Jemaat Lokal Gereja Yesus Hidup Sejati untuk Keuangan Gereja Lokal Gereja Yesus Hidup Sejati.

Pasal 12

SUMBER KEUANGAN

Sumber penerimaan Keuangan Gereja Yesus Hidup Sejati berasal dari:

            1. Persembahan Warga Gereja, donatur, simpatisan, bantuan Pemerintah Indonesia atau negara asing lainnya dan Hamba Tuhan Gereja Yesus Hidup Sejati.
            2. Persembahan dan hibah lainnya yang tidak bertentangan dengan firman Tuhan.

Pasal 13

QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

            1. Persidangan Sidang Raya Sinode adalah sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah MPR dan 2/3 (dua pertiga) seluruh Hamba Tuhan Gereja YHS.
            1. Apabila quorum tidak tercapai, maka MPR dapat memberi persetujuan tertulis kepada MPS untuk tetap menyelenggarakan Sidang Raya Sinode, dan dianggap sah.
            2. Keputusan Sidang Raya Sinode diambil berdasarkan azas musyawarah untuk mufakat. Dalam hal musayawarah mufakat tidak tercapai, dengan persetujuan MPR keputusan akhir diserahkan kepada MPS.

Pasal 14

PEMBUBARAN

            1. Pembubaran Gereja Yesus Hidup Sejati hanya dapat dilakukan dalam Sidang Raya Sinode yang khusus dilakukan untuk itu, dengan ketentuan mendapatkan persetujuan tertulis dari MPR dan quorum seperti diatur dalam pasal 13 Tata Dasar ini.
            2. Kekayaan Gereja Yesus Hidup Sejati, setelah organisasi dibubarkan, ditentukan juga dalam Sidang Raya Sinode.

Pasal 15

PERUBAHAN

Apabila dipandang perlu bagi kepentingan dan perkembangan pelayanan Gereja YHS, maka MPR dapat mengajukan perubahan Tata Dasar dan Tata Peraturan dalam rapat MPS  untuk disempurnakan dan disahkan dalam sidang tahunan atau Sidang Raya Sinode.

Pasal 16

TATA PERATURAN DAN TATA ETIKA

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar atau Tata Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga atau Tata Peraturan dan Tata Etika Gereja Yesus Hidup Sejati dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar atau Tata Dasar Gereja Yesus Hidup Sejati.

Pasal 17

KEPENGURUSAN

Pengurus Gereja terdiri dari :

            1. Majelis Pembina Rohani

Ketua                               :  S.Ps. Dr. Yusak Hadisiswantoro

Anggota                           :  S.Ps. Dr. Ir. Leonard Limato

                                           S.Ps. Soebijanto Soeprajitno, S.Th

                                           S.Ps. Tjia Cundiantoro, S.Th

                                           S.Ps. Gunawan Sutjiutomo

            1. Majelis Pekerja Sinode:

Yang untuk pertama kali diangkat oleh Majelis Pembina  Rohani, terdiri dari:

Ketua Umum                  :  Ps. Billy Zakharian, S.Th

Sekretaris Umum           :  Ps. Sriyana, MA

Bendahara Umum         :  Ps. Onggo Setiani Erika S, S.Th

Untuk periode masa pelayanan 2013-2017 sesuai dengan SK MPS tentang pengangkatan Susunan Staff Majelis Pekerja Sinode Gereja Yesus Hidup Sejati No. 0001/SKGL/MPS-YHS/VIII/2012 yang telah dibuat pada tanggal 20 Agustus 2012.

Pasal 18

LAIN-LAIN

            1. Mengenai segala akibat yang mungkin terjadi atau timbul dari Anggaran Dasar ini, diantara Para Pendiri menetapkan domisili di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Makassar.
            2. Selanjutnya Majelis Pembina Rohani memberikan kuasa kepada Yusak Hadisiswantoro untuk menuangkan Anggaran Dasar ini ke dalam suatu Akta Notariil.

TATA PERATURAN

GEREJA YESUS HIDUP SEJATI

(Gereja YHS)

BAB I: GEREJA

Pasal 1

GEREJA

Gereja YHS adalah persekutuan ibadah orang-orang percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat yang ditandai dengan baptis selam dari sekurang-kurangnya 24 orang anggota.

Pasal 2

PERSYARATAN GEREJA

            1. Memiliki anggota gereja sekurang-kurangnya 24 orang anggota terdaftar dan yang telah ditandai dengan baptis selam.
            2. Memiliki alamat kantor sekretariat yang jelas dan tetap, disertai bukti kepemilikan atau bukti sewa sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun kedepan.
            3. Memiliki tempat ibadah yang jelas dan tetap, disertai bukti kepemilikan atau bukti sewa sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun kedepan.
            4. Dipimpin dan digembalakan oleh seorang Hamba Tuhan Gereja YHS tingkat Senior Pastor (S.Ps) atau Pastor (Ps).
            5. Telah didaftarkan kepada Majelis Pekerja Sinode (MPS) Gereja YHS.
            6. Bersedia mengakui dan taat pada Pengakuan Iman, Tata Dasar dan Tata Peraturan dan Tata Etika Gereja YHS, dan mengikatkan diri dalam persekutuan “Yakin Hidup Sukses”.

Pasal 3

TINGKATAN GEREJA

            1. Gereja Lokal, yaitu Gereja yang telah memenuhi persyaratan, (Pasal 2, Tata Peraturan ini), digembalakan seorang Senior Pastor (S.Ps) atau Pastor (Ps.) Gereja YHS, bersifat otonom dan telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) MPS Gereja YHS.
            2. Gereja Cabang, yaitu Gereja yang didirikan oleh Gembala Gereja Lokal, dan digembalakan seorang Asisten Pastor (A.Ps.) yang wewenang pengangkatan dan pemberhentiannya oleh Gembala Gereja Lokal yang mendirikannya dan dilaporkan ke MPD/MPS Gereja YHS.
            3. Gereja Rintisan, yaitu Gereja dengan Surat Keputusan (SK) MPS dirintis oleh Hamba Tuhan Gereja YHS dan berada di bawah pembinaan seorang Senior Pastor (S.Ps) atau Pastor (Ps.) yang diangkat dan disahkan oleh MPS Gereja YHS.

Pasal 4

GEMBALA JEMAAT

Gembala Jemaat adalah gembala gereja lokal Gereja YHS yang ditetapkan dan dilantik oleh MPR dan MPS Gereja YHS melalui Surat Keputusan (SK) MPS yang ditanda tangani Ketua Umum MPR, dan Ketua Umum dan Sekretaris Umum MPS.

Pasal 5

PERSYARATAN DAN TUGAS GEMBALA JEMAAT

            1. Persyaratan Gembala Jemaat:
              1. Hamba Tuhan Gereja YHS pada tingkat Senior Pastor (S.Ps) atau Pastor (Ps) yang telah memiliki kartu anggota Hamba Tuhan Gereja YHS.
              2. Menggembalakan Gereja, sebagaimana pasal 2 butir  1, 2, 3, 5 dan 6, Tata Peraturan ini.
            2. Tugas Gembala Jemaat:
              1. Mengatur dan memimpin Ibadah Raya, Peneguhan pernikahan, Penghiburan, Pemakaman, dan Ibadah-ibadah lainnya.
              2. Melaksanakan pembaptisan orang percaya, penyerahan anak dan tugas-tugas gereja lainnya.
              3. Mengelola perbendaharaan/keuangan: Membuka  dan  menutup rekening bank serta menandatangani cek/ dan giro. Bersama Majelis Jemaat membeli/ dan melepas property bergerak dan tidak bergerak (Psl. 11, & Bab. VII, psl 48,49,50, 51 Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja YHS).

Pasal 6

GEMBALA JEMAAT PENGGANTI

Jika seorang Gembala Jemaat tidak lagi dapat menjalankan tugas penggembalaan, karena dipanggil pulang ke rumah Bapa di sorga, atau karena sebab lainnya, dan benar-benar memerlukan gembala pengganti, maka hak dan wewenang pemilihan pengganti Gembala Jemaat pengganti ada pada:

            1. Gembala Jemaat yang digantikan mempunyai hak utama untuk menetapkan Gembala pengganti, baik dengan surat penunjukan, surat wasiat atau surat lainnya yang sah yang dibuat untuk itu.
            2. Dalam hal Gembala Jemaat tidak memilih atau menetapkan, maka hak memilih Gembala pengganti berikutnya adalah keluarga inti Gembala Jemaat, yaitu istri atau suami, anak kandung, menantu, cucu dan seterusnya.
            3. Dalam hal Gembala Jemaat dan keluarga tidak memilih atau menetapkan, maka hak memilih Gembala pengganti berikutnya adalah warga gereja bersama-sama Pembela Sidang mengadakan rapat khusus untuk memilih Gembala pengganti.
            4. Surat keputusan atau surat lainnya yang berkenaan dengan penggantian Gembala Sidang harus segera diberitahukan ke MPS Gereja YHS untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) Pengganti Gembala Jemaat.

Pasal 7

PENETAPAN GEMBALA JEMAAT PENGGANTI

Majelis Pekerja Sinode (MPS) Gereja YHS berkewajiban menerbitkan Surat Keputusan (SK) penetapan Gembala pengganti Gereja Lokal Gereja YHS setelah menerima dan meneliti surat pemberitahuan penggantian Gembala Jemaat gereja lokal Gereja YHS berdasarkan ketentuan pasal 6 Tata Peraturan ini.

Pasal 8

PERINTISAN, PENGGABUNGAN DAN PEMINDAHAN GEREJA

Perintisan gereja baru, penggabungan gereja dan pemindahan tempat ibadah dengan cara menyampaikan surat permohonan ke MPS melalui MPD untuk mendapatkan tindak lanjut dan arahan dari MPD atau MPS .

Pasal 9

HAK DAN KEPATUTAN GEREJA LOKAL

            1. Mendapatkan pelayanan dari MPD dan atau MPS.
            2. Dianjurkan menggunakan slogan “Yakin Hidup Sukses”.
            3. Mendaftarkan nama gereja lokal kepada MPS untuk mendapatkan persetujuan.
            4. Patut memberi Persembahan Kasih berdasarkan prinsip-prinsip persembahan dalam Alkitab, yaitu: persembahan buah sulung, ucapan syukur, persepuluhan kepada perbendaharaan MPS.

Pasal 10

PAPAN NAMA JEMAAT

            1. Gereja lokal Gereja YHS dianjurkan memasang nama GEREJA YHS dan dapat menambahkan identitas gereja setempat.
            2. Identitas gereja lokal boleh menggunakan nama pribadi, atau nama lain yang tidak melanggar hukum dan nilai-nilai moral, etika serta budaya bangsa Indonesia.
            3. Gereja lokal Gereja YHS dianjurkan menggunakan slogan “Yakin Hidup Sukses” atau slogan lain yang tidak melanggar hukum dan nilai-nilai moral, etika serta budaya bangsa Indonesia.

Pasal 11

LOGO DAN KEPALA SURAT

            1. Logo Gereja Yesus Hidup Sejati adalah seperti gambar berikut:
            1. Gereja YHS diharuskan memakai logo yang telah ditetapkan.
            2. Gereja YHS boleh membuat logo lain sebagai tambahan indentitas lokal.
            3. Desain Kepala Surat, Surat Baptis,Surat Perjanjian Pernikahan dan surat-surat lainnya sesuai contoh yang secara resmi diterbitkan MPS

Pasal 12

ANGGOTA GEREJA

            1. Anggota, yaitu mereka yang dibaptis selam dan diserahkan sesuai Pengakuan Iman Gereja YHS serta didaftarkan sebagai anggota gereja.
            2. Simpatisan, yaitu mereka yang beribadah di Gereja YHS, tetapi belum bersedia didaftar sebagai anggota gereja.

Pasal 13

HAK DAN KEPATUTAN ANGGOTA

            1. Anggota Gereja  berhak mendapat pelayanan rohani dan gerejawi dari Gembala Jemaat.
            2. Anggota gereja patut beribadah dengan setia dan membawa persembahan menurut prinsip-prinsip Alkitab, antara lain: persembahan buah sulung, persembahan syukur, persepuluhan kepada Tuhan melalui gereja tempat anggota beribadah dan menjadi anggota.

BAB II: HAMBA TUHAN GEREJA YHS

Pasal 14

HAMBA TUHAN GEREJA YHS

            1. Hamba Tuhan Gereja YHS, adalah Senior Pastor (S.Ps.), Pastor (Ps.), Asisten Pastor (A.Ps),  dan Evangelis (Ev.).
            2. Hamba Tuhan Gereja YHS tidak diperkenankan memangku jabatan kependetaan dan atau fungsional pada organisasi di Gereja sinode lain.
            3. Hamba Tuhan Gereja YHS yang memangku jabatan di MPR, MPS, MPD dan Gembala Jemaat tidak diperkenankan memangku jabatan di organisasi politik praktis.
            4. Pembela Sidang adalah Hamba Tuhan atau calon Hamba Tuhan yang diangkat oleh Gembala gereja lokal menjadi Perwakilan gereja lokal Gereja YHS.
            5. Pengerja adalah Hamba Tuhan atau calon Hamba Tuhan yang diangkat oleh Gembala gereja lokal Gereja YHS.

Pasal 15

SENIOR PASTOR (S.Ps.)

Senior Pastor Gereja YHS adalah Hamba Tuhan, pria atau wanita yang mempunyai karunia dari Tuhan untuk:

            1.  Menjadi atau ditetapkan sebagai Ketua Umum atau anggota MPR Gereja YHS
            2. Memimpin dan menjalankan pelayanan penggembalaan Gereja Lokal, dengan minimal 3 (tiga) cabang di 3 (tiga) kota yang berbeda.
            3. Menjalankan tugas penginjilan, pendidikan dan pembinaan kerohanian agama Kristen di Sekolah-sekolah, Lembaga Pendidikan Teologi atau di Lembaga-lembaga Pemerintahan.

Pasal 16

PASTOR (Ps.)

Pastor Gereja YHS adalah Hamba Tuhan, pria atau wanita yang mempunyai karunia dari Tuhan untuk:

            1. Menjalankan pelayanan penggembalaan di Gereja lokal dan atau di Gereja Cabang.
            2. Menjalankan pelayanan penginjilan, pendidikan dan pembinaan kerohanian agama Kristen di Sekolah-sekolah, Lembaga Pendidikan Teologi atau di lembaga-lembaga Pemerintahan.

Pasal 17

ASISTEN PASTOR (A.Ps.)

Asisten Pastor Gereja YHS adalah Hamba Tuhan, pria atau wanita yang mempunyai karunia dari Tuhan untuk:

  1. Dengan penugasan Senior Pastor/Pastor menjalankan pelayanan penggembalaan di gereja lokal, gereja cabang atau gereja ranting.
  2. Di bawah pembinaan Senior Pastor/Pastor menjalankan pelayanan pendidikan dan pembinaan kerohanian agama Kristen di Sekolah-sekolah, Lembaga Pendidikan Teologia atau di Lembaga-lembaga Pemerintahan.

Pasal 18

EVANGELIS (Ev.)

Evangelis Gereja YHS adalah Hamba Tuhan, pria atau wanita yang mempunyai karunia dari Tuhan untuk:

1.    Dengan penugasan Senior Pastor/ Pastor menjalankan pelayanan penginjilan secara umum dan seluas-luasnya.

2.    Di bawah pembinaan Pastor menjalankan pelayanan penginjilan, pendidikan dan pembinaan kerohanian agama Kristen di Sekolah-sekolah, Lembaga Pendidikan Teologi atau di Lembaga-lembaga Pemerintahan.

Pasal 19

PERSYARATAN HAMBA TUHAN GEREJA YHS

            1. Persyaratan umum:
              1. Anggota gereja lokal Gereja YHS.
              2. Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, satu-satunya jalan keselamatan kekal, menerima Alkitab firman Tuhan yang hidup dan berkuasa, penuh Roh Kudus, hidup dalam kekudusan sesuai dengan firman Tuhan.
              3. Bagi yang sudah menikah, wajib menyerahkan copy akte pernikahan dan hidup dalam kehidupan pernikahan yang baik.
              4. Mempunyai pengetahuan Alkitab dan pengetahuan umum yang cukup.
              5. Mempunyai kedewasaan rohani dan penguasaan diri.
            1. Persyaratan Pengangkatan:
              1. Bagi Asisten Pastor (A.Ps.) dan Evangelis (Ev.)telah melayani sekurang-kurangnya selama 3 tahun sebagai Hamba Tuhan menurut jenjang Hamba Tuhan Gereja YHS.
              2. Bagi Senior Pastor (S.Ps.), menjadi Ketua Umum/anggota MPR atau gembala dengan sedikitnya 3 cabang di kota yang berbeda.
              3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan, lulus ujian Hamba Tuhan yang diselenggarakan oleh MPD atau MPS.
              4. Membawa persembahan menurut prinsip-prinsip Alkitab, antara lain: persembahan buah sulung, ucapan syukur dan persepuluhan kepada perbendaharaan gereja lokal dan iuran bulanan Hamba Tuhan kepada MPS.
              5. Sekurang-kurangnya telah berumur 30 tahun untuk Pastor (Ps.), 26 tahun untuk Asisten Pastor (A.Ps.) dan 22 tahun untuk Evangelis (Ev.).
              6. Untuk alumni Sekolah Tinggi Teologia yang diakui oleh Gereja YHS dapat ditetapkan persyaratannya oleh MPS Gereja YHS.

Pasal 20

PELAYANAN HAMBA TUHAN

            1. Pelayanan penggembalaan gereja lokal, cabang atau ranting Gereja YHS.
            2. Pelayanan pemberitaan dan pengajaran firman Tuhan.
            3. Pelayanan doa bagi orang sakit, dan orang-orang yang memerlukan pelayanan doa.
            4. Pelayanan pembaptisan air dan perjamuan kudus.
            5. Pelayanan pemberkatan pernikahan, pemakaman dan penyerahan anak.
            6. Pelayanan Doa Berkat Rasuli.

Pasal 21

PELAYANAN PENGINJILAN

            1. Pelayanan penginjilan di dalam dan di luar gereja.
            2. Pelayanan pemberitaan dan pengajaran firman Tuhan.
            3. Pelayanan doa dan penanaman gereja.

Pasal 22

Dalam hal mendesak dengan persetujuan Senior Pastor/Pastor, Evangelis (Ev.) dapat melaksanakan:

            1. Pelayanan pembaptisan air dan perjamuan kudus.
            2. Pelayanan pemberkatan pernikahan, pemakaman dan penyerahan anak.
            3. Pelayanan doa berkat rasuli.

Pasal 23

PENGANGKATAN DAN PELANTIKAN

            1. Melalui usulan tertulis Gembala Sidang gereja lokal kepada MPD untuk Pastor (Ps.), Asisten Pastor (A.Ps), dan Evangelis (Ev.).
            2. Melalui usulan tertulis MPR Gereja YHS kepada MPS untuk Senior Pastor.
            3. Dengan persetujuan MPD atau MPS mengikuti dan lulus dalam ujian Hamba Tuhan.
            4. Pelantikan oleh MPD di Sidang Majelis Daerah untuk Asisten Pastor (A.Ps.) dan Evangelis (Ev.) dan atau oleh MPR dalam sidang Sinode Raya untuk Pastor (Ps) dan Senior Pastor (S.Ps.).
            5. Piagam dan Kartu Hamba Tuhan diterbitkan MPS dan ditanda tangani Ketua Umum MPR, dan Ketua Umum dan Sekretaris MPS.

Pasal 24

PENGERJA DAN PEMBELA SIDANG

            1. Pengerja:

Adalah Hamba Tuhan yang melayani di gereja lokal Gereja YHS

            1. Wewenang pengangkatan dan pembebasan tugasnya oleh Gembala gereja lokal.
            2. Tugas pelayanan Pengerja diatur oleh Gembala gereja lokal.
            3. Pengerja yang belum menjadi Hamba Tuhan Gereja YHS dapat diusulkan oleh Gembala gereja lokal untuk menjadi hamba Tuhan.
            1. Pembela Sidang:
              1. Adalah perwakilan anggota gereja lokal Gereja YHS
              2. Pengangkatan dan pemberhentian Pembela Sidang adalah wewenang Gembala gereja lokal, diangkat untuk masa pelayanan 2 (dua) tahun dan dapat diangkat kembali.
              3. Tugas pelayanan Pembela Sidang diatur oleh Gembala gereja lokal.
              4. Pembela Sidang yang belum menjadi Hamba Tuhan Gereja YHS dapat diusulkan oleh gembala gereja lokal untuk menjadi Hamba Tuhan Gereja YHS.
              5. Pembela Sidang dengan Gembala gereja disebut Majelis Jemaat yang diketuai oleh Gembala Gereja lokal.

BAB III : MAJELIS PEMBINA ROHANI

Pasal 25

            1. Majelis Pembina Rohani (MPR) adalah majelis pendiri yang berkedudukan tetap dan tidak dapat digantikan, dan bersifat kolegalitas.
            2. Penggantian Ketua Umum/Anggota adalah sah jika disebabkan karena yang bersangkutan dipanggil pulang ke rumah Bapa di sorga, atau mengundurkan diri.
            3. Susunan Majelis Pembina Rohani (MPR), sebagaimana waktu didirikan adalah satu Ketua Umum dan empat anggota, dan tidak dapat ditambah atau dikurangi. 

Pasal 26

RAPAT DAN PERTEMUAN

            1. Jadwal rapat atau pertemuan MPR ditentukan oleh Ketua Umum MPR.
            2. Keputusan dalam rapat-rapat dan pertemuan MPR didasarkan azas musyawarah mufakat dengan keputusan akhir ditentukan oleh Ketua Umum MPR.
            3. MPR mengadakan rapat khusus setiap 4 tahun sekali yang dilaksanakan sebelum Sidang Raya untuk menetapkan calon Ketua Umum MPS.

Pasal 27

PENGGANTIAN KETUA UMUM MPR

Dalam hal Ketua Umum MPR harus diganti (Pasal 25 butir 2 Tata Peraturan ini), maka hak memilih pengganti Ketua Umum adalah:

            1. Ketua umum MPR yang digantikan mempunyai hak utama untuk menetapkan Ketua Umum MPR pengganti, baik dengan surat penunjukkan, surat wasiat atau surat lainnya yang sah yang dibuat untuk itu.
            2. Dalam hal Ketua Umum MPR tidak memilih atau menetapkan, maka hak memilih Ketua Umum MPR pengganti berikutnya adalah keluarga inti Ketua Umum MPR, yaitu istri atau suami, anak kandung, menantu, cucu dan seterusnya.
            3. Dalam hal Ketua Umum MPR dan keluarga tidak memilih atau menetapkan, maka hak memilih Ketua Umum pengganti berikut adalah anggota MPR melalui rapat khusus untuk memilih Ketua Umum MPR pengganti.
            4. Surat keputusan atau surat lainnya yang berkenaan dengan penggantian Ketua Umum MPRharus segera diberitahukan ke MPR Gereja YHS untuk mendapatkan Surat Pengesahan dari MPR.

Pasal 28

PENGGANTIAN ANGGOTA MPR

Dalam hal anggota MPR harus diganti (Pasal 25 butir 2 Tata Peraturan ini), maka penggantian anggota MPR melalui rapat yang dilakukan untuk itu.

BAB IV :SIDANG TAHUNAN DAN SIDANG RAYA SINODE

Pasal 29

SIDANG TAHUNAN

Sidang Tahunan Sinode Gereja YHS adalah sidang yang diadakan setahun sekali sebagai sarana untuk fellowship hamba-hamba Tuhan dalam ikatan persekutuan ”Yakin Hidup Sukses”.

Pasal 30

SIDANG RAYA DAN PERSIDANGAN SINODE

            1. Sidang Raya Sinode adalah sidang yang dihadiri oleh MPR dan semua Hamba Tuhan Gereja YHS.
            2. Sidang Raya Sinode Gereja YHS adalah sidang pemilihan, penetapan dan pelantikan Ketua Umum MPS dan Garis-garis Besar Pelayanan Gereja YHS untuk periode pelayanan selama 4 (empat) tahun kedepan.
            3. Sidang Raya Sinode merupakan wadah untuk:
              1. Memilih, menetapkan dan melantik Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode (MPS) untuk satu periode pelayanan 4(empat) tahun ke depan.
              2. Menetapkan Garis-garis Besar Pelayanan Gereja YHS.

Pasal 31

PENYELENGGARAAN

            1. Sidang Raya Sinode diselenggarakan oleh MPS satu kali dalam 4 (empat) tahun.
            2. Dalam persidangan Sidang Raya Sinode dipimpin oleh MPS. Setelah pengesahan Tata Tertib Sidang, maka sidang dipimpin oleh Ketua Persidangan yang telah dipilih oleh Sidang Raya Sinode.
            3. Persiapan dan penyelenggaraan Sidang Raya Sinode diatur oleh MPS.
            4. Seluruh pembiayaan Sidang Raya sinode ditanggung oleh semua Gereja YHS.
            5. Tempat penyelenggaraan Sidang Raya Sinode ditetapkan pada Sidang Raya Sinode sebelumnya.

Pasal 32

PESERTA PERSIDANGAN

            1. Ketua Umum dan anggota Majelis Pembina Rohani (MPR) berhak diundang dan patut hadir di Sidang Raya Sinode Gereja YHS.
            2. Hamba Tuhan Gereja YHS berhak diundang dan patut hadir di Sidang Raya Sinode Gereja YHS.
            3. Senior Pastor (S.Ps.) dan Pastor (Ps.) mempunyai hak bicara, hak suara dan hak dipilih.
            4. Asisten Pastor (A.Ps.) dan Evangelis (Ev.) mempunyai hak bicara, hak suara tetapi tidak mempunyai hak dipilih.
            5. Peninjau dan tamu hanya dapat mengikuti persidangan tertentu.

Pasal 33

QUORUM DAN CARA PENGAMBIL KEPUTUSAN

            1. Persidangan Sinode adalah sah, apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari MPR dan 2/3 (dua pertiga) jumlah seluruh Hamba Tuhan Gereja YHS.
            2. Apabila quorum tidak tercapai, maka MPR dapat memberi persetujuan tertulis kepada MPS untuk tetap menyelenggarakan Sidang Raya Sinode, dan dianggap sah.
            3. Keputusan Sidang Raya Sinode diambil berdasarkan azas musyawarah untuk mufakat. Dalam hal musayawarah mufakat tidak tercapai, dengan persetujuan MPR keputusan akhir diserahkan kepada MPS.

Pasal 34

DISIPLIN HAMBA TUHAN

1.    Seluruh hamba Tuhan (S.Ps, Ps, A.Ps, Ev) patut  menghadiri  Sidang Tahunan dan Sidang                                Raya Sinode.

            1. Apabila 2 (dua) kali berturut-turut tidak hadir dalam Sidang Tahunan, maka hamba Tuhan tersebut dianggap mengundurkan diri dan tidak berada lagi dalam keanggotaan Sinode Gereja YHS.

BAB V: MAJELIS PEKERJA SINODE

Pasal 35

KETUA UMUM MAJELIS PEKERJA SINODE (MPS)

Ketua Umum MPS adalah mandataris Sidang Raya Sinode Gereja YHS untuk satu periode pelayanan selama 4 (empat) tahun.

Pasal 36

MAJELIS PEKERJA SINODE (MPS)

Majelis Pekerja Sinode (MPS) adalah pelaksana harian Garis-garis Besar Pelayanan Gereja YHS untuk satu periode pelayanan selama 4 (empat) tahun. Dipimpin oleh Ketua Umum MPS hasil keputusan Sidang Raya Sinode.

Pasal 37

SUSUNAN MPS

Susunan umum pengurus Majelis Pekerja Sinode (MPS) adalah:

            1. Ketua Umum
            2. Ketua-Ketua
            3. Sekretaris Umum
            4. Sekretaris
            5. Bendahara Umum
            6. Bendahara
            7. Departemen-departemen

Pasal 38

TEMPAT KEDUDUKAN

Tempat kedudukan Majelis Pekerja Sinode (MPS) di Makassar – Sulawesi Selatan. Jika karena  pertimbangan kepentingan pelayanan Gereja YHS secara umum, dengan persetujuan tertulis MPR, tempat kedudukan MPS dapat dipindahkan ke kota di propinsi yang sama atau kota di propinsi lain di Indonesia.

Pasal 39

TUGAS DAN KEWAJIBAN MAJELIS PEKERJA SINODE

            1. Melaksanakan Garis-garis Besar Pelayanan periode pelayanan 4 (empat) tahun ke depan seperti ditetapkan dalam Sidang Raya Sinode Gereja YHS.
            2. Membuat Rencana Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran Keuangan untuk mendapatkan pengesahan dari MPR dan melaksanakan.
            3. Menyelenggarakan Sidang Raya Sinode.
            4. Menyampaikan Laporan Pertanggung jawaban di Sidang Raya Sinode.
            5. Mengunjungi gereja-gereja YHS di Indonesia dan di luar negeri.
            6. Menerbitkan Surat Keputusan, Piagam Pastor dan Evangelis dan Kartu Hamba Tuhan Gereja YHS.
            7. Menerima penggabungan Gereja dan Hamba Tuhan.
            8. Melaksanakan surat menyurat di Indonesia dan di luar negeri.
            9. Membela kepentingan gereja-gereja YHS dalam arti seluas-luasnya.

Pasal 40

RAPAT KERJA

1.    Rapat Kerja MPS diselenggarakan menurut keperluan, tetapi sekurang-kurangnya satu kali            dalam sebulan.

2.    Rapat Kerja MPS dipimpin oleh Ketua Umum, atau salah satu Ketua yang ditunjuk sebagai              pengganti apabila Ketua Umum berhalangan.

3.    Rapat Kerja MPS membahas dan mengambil keputusan tentang persoalan yang dihadapi.

4.    Rapat Kerja MPS membahas pelaksanaan program-program yang telah ditetapkan.

5.    Dalam hal mengalami permasalahan yang sulit diselesaikan, MPS dapat meminta saran dan          atau keputusan MPR.

Pasal 41

PERWAKILAN HUKUM

Ketua Umum Majelis Pembina Rohani (MPR) dan Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode (MPS)  adalah perwakilan hukum Gereja YHS.

Pasal 42

PEMILIHAN KETUA UMUM

            1. Ketua Umum dipilih dalam Sidang Raya Sinode Gereja YHS.
            2. Calon-calon Ketua Umum yang akan dipilih harus mendapatkan persetujuan tertulis dari MPR.
            3. Jumlah calon Ketua Umum 2 (dua) atau sebanyak-banyaknya adalah 3 (tiga) calon.

Pasal 43

PERSYARATAN KETUA UMUM MAJELIS PEKERJA SINODE

            1. Hamba Tuhan Gereja YHS pada jenjang Senior Pastor (S.Ps.) atau Pastor (Ps.).
            2. Telah terbukti mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap Gereja YHS.

 Pasal 44

MASA PELAYANAN

            1. Masa pelayanan Ketua Umum MPS adalah dari satu periode pelayanan selama 4 (empat) tahun, dari Sidang Raya Sinode sampai Sidang Raya Sinode berikutnya dan dapat dipilih kembali.
            2. Masa pelayanan Ketua Umum MPS paling lama 2 (dua) periode berturut-turut dan dapat  dipilih kembali setelah selang 2 (dua) periode.

Pasal 45

PENJABARAN TUGAS KETUA UMUM DAN

STAFF MAJELIS PEKERJA SINODE

            1. Untuk melaksanakan kebijaksanaan umum Gereja YHS, Ketua Umum MPS dibantu oleh:
              1. Ketua-Ketua
              2. Sekretaris Umum
              3. Sekretaris
              4. Bendahara Umum
              5. Bendahara
            1. Tugas Ketua Umum MPS:
            2. Melaksanakan kebijakan umum Gereja YHS yang sejalan dengan Pengakuan Iman, Tata Dasar dan Tata Tertib serta Kode Etik Hamba Tuhan Gereja YHS.
            3. Melaksanakan Garis-garis Besar Pelayanan Gereja YHS yang ditetapkan Sidang Raya Sinode.
            4. Melaksanakan Rencana Anggaran Pendapatan dan Penerimaan Gereja YHS yang telah disetujui MPR.
            5. Mewakili Gereja YHS dalam pelayanan rohani ke dalam maupun ke luar.
            6. Melakukan koordinasi dalam tugas dan pelayanan MPS.
            7. Memimpin rapat kerja MPS.
            8. Mempersiapkan dan mengatur penyelenggaraan Sidang Raya Sinode.
            9. Membela kepentingan umum Gereja YHS dalam arti seluas-luasnya.
            1. Untuk pengangkatan, penjabaran tugas dan tanggung-jawab masing-masing Staff MPS, ditetapkan oleh Ketua Umum MPS melalui surat keputusan tersendiri.

Pasal 46

PERSYARATAN STAFF MAJELIS PEKERJA SINODE

1.    Hamba Tuhan Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS).

2.    Telah terbukti mempunyai komitmen, penundukan diri dan loyalitas yang tinggi terhadap                  Gereja YHS.

3.    Penuh dengan Roh Kudus, hidup dalam kekudusan sesuai dengan firman Tuhan.

4.    Bagi yang sudah menikah, menyerahkan copy Akte Surat Pernikahan dan punya kehidupan            pernikahan yang baik.

5.    Mempunyai pengetahuan Alkitab dan pengetahuan umum yang cukup.

6.    Mempunyai kedewasaan rohani dan penguasaan diri.

7.    Bagi yang bukan Gembala Jemaat Lokal, wajib mendapatkan ijin tertulis dari Gembalanya

BAB VI : MAJELIS PEKERJA DAERAH DAN KOORDINATOR DAERAH

Pasal 47

KETENTUAN UMUM

            1. Majelis Pekerja Daerah adalah perwakilan MPS di wilayah Propinsi Tingkat I atau wilayah yang ditetapkan oleh MPS.
            2. Propinsi Tingkat I yang belum memiliki Majelis Pekerja Daerah, berada di bawah MPS.

Pasal 48

PEMBENTUKAN MPD

            1. Jika MPS memandang suatu wilayah atau propinsi tingkat I perlu dibentuk MPD, maka MPS dengan persetujuan tertulis dari MPR dapat membentuk Majelis Pekerja Daerah.
            2. Dalam hal Majelis Pekerja Daerah belum terbentuk, apabila dipandang perlu, maka MPS dengan persetujuan tertulis dari MPR dapat mengangkat seorang perwakilan Daerah, yang disebut Koordinator Daerah.

 BAB VII: PERBENDAHARAAN GEREJA YHS

Pasal 49

PENGERTIAN

Yang dimaksud dengan Perbendaharaan Gereja YHS adalah:

            1. Kepemilikan atau Properti Gereja YHS yang bergerak maupun yang tidak bergerak.
            2. Keuangan Gereja YHS.

Pasal 50

JENIS KEPEMILIKAN

            1. Properti milik umum Gereja YHS.

Semua barang atau properti yang bergerak dan yang tidak bergerak yang dibeli dan dibiayai MPS atau MPD Gereja YHS, atau dihibahkan dengan sah kepada MPS atau MPD Gereja YHS adalah Milik umum Gereja YHS yang dikelola oleh MPS atau MPD.

            1. Properti milik gereja lokal.

Semua barang atau properti yang bergerak dan yang tidak bergerak yang dibeli dan dibiayai oleh Gereja Lokal, atau dihibahkan dengan sah kepada gereja lokal adalah milik gereja lokal yang dikelola oleh Majelis Jemaat gereja lokal.

            1. Properti milik perorangan, Yayasan atau Badan Hukum lainnya.

Semua barang atau properti yang bergerak dan yang tidak bergerak yang dibeli dan dibiayai oleh perorangan, Yayasan atau Badan Hukum lainnya adalah milik perorangan, Yayasan atau Badan Hukum lainnya. Penggunaan oleh Jemaat Lokal, MPS, MPD sepatutnya disertai perjanjian tertulis dihadapan notaris.

Pasal 51

PELEPASAN PROPERTI TIDAK BERGERAK

            1. Milik Umum Gereja YHS.

Untuk menjual atau menghibahkan atau melepaskan properti yang tidak bergerak milik umum Gereja YHS hanya dapat dilakukan oleh MPS setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari MPR.

            1. Milik Gereja Lokal YHS.

Untuk menjual, menghibahkan atau melepaskan properti milik Gereja Lokal YHS diperIukan persetujuan tertulis dari Majelis jemaat Gereja Lokal YHS setempat.

Pasal 52

SUMBER KEUANGAN MPS

            1. Sumber keuangan MPR dan MPS berasal dari persembahan kasih yang mengacu pada konsep perpuluhan dari Gereja Lokal, para Donatur, Simpatisan dan Hamba-hamba Tuhan Gereja YHS
            2. Persembahan Kasih dan hibah lainnya yang tidak bertentangan dengan firman Tuhan.
            3. Iuran Hamba-hamba Tuhan Gereja YHS.

Pasal 53

SUMBER KEUANGAN MPD ATAU KOORDINATOR DAERAH

Sumber keuangan Majelis Perwakilan Daerah berasal dari MPS berdasarkan Proposal Rencana Pelayanan satu tahun yang telah disetujui oleh MPS.

Pasal 54

SUMBER KEUANGAN GEREJA LOKAL

Sumber keuangan gereja lokal diperoleh dari persembahan perpuluhan, persembahan kasih dari warga jemaat dan persembahan lainnya yang tidak bertentangan dengan firman Tuhan.

BAB VIII: DISIPLIN GEREJA

Pasal 55

PENGERTIAN DISIPLIN

1. Yang dimaksud dengan Disiplin Gereja adalah peraturan yang harus ditaati oleh setiap   hamba      Tuhan Gereja YHS.

2.   Setiap pelanggaran  terhadap Disiplin Gereja akan dikenakan sanksi Disiplin.

Pasal 56

DASAR DISIPLIN GEREJA

1.   Firman Tuhan.

2.   Pengakuan Iman, Pengajaran, Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja YHS.

3.   Etika Pelayanan, Etika Pergaulan dan Kepatutan.

Pasal 57

TINGKATAN PELANGGARAN DISIPLIN

            1. Melanggar Firman, Pengakuan Iman, Pengajaran, Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja YHS.

 2.  Melanggar Kode Etik Pelayanan, Etika Pergaulan Kristen dan Kaidah-kaidah Kepatutan.

Pasal 58

TINGKATAN SANKSI DISIPLIN

            1.  Nasehat/peringatan/teguran yang disampaikan secara tertulis oleh MPS.
            2. Pembebasan tugas dan pembinaan pelayanan oleh seorang hamba Tuhan untuk    suatu jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh MPS secara tertulis.
            3. Tidak diperkenankan melayani di lingkungan Gereja YHS.

Pasal 59

REHABILITASI DAN PEMBERHENTIAN

            1. Hamba Tuhan yang terkena sanksi disiplin Gereja dapat direhabilitasi atau diberhentikan oleh MPS.
            2. Rehabilitasi diberikan jika yang bersangkutan telah menjalani masa pembinaan dengan baik dan mendapatkan rekomendasi rehabilitasi oleh hamba Tuhan pembina yang ditunjuk dan disetujui oleh MPS.
            3. Pemberhentian diberikan setelah yang bersangkutan menolak untuk rehabilitasi.
            4. Rehabilitasi / pemberhentian ditetapkan oleh MPS melalui rapat yang diselenggarakan khusus untuk itu.
            5. Hamba Tuhan yang direhabilitasi dengan syarat telah sungguh-sungguh bertobat dan mentaati semua keputusan MPS.
            6. SK Rehabiltasi / Pemberhentian dikeluarkan oleh MPS.

Pasal 60

PERUBAHAN

Apabila dipandang perlu bagi kepentingan dan perkembangan pelayanan Gereja YHS, maka MPR dapat mengajukan perubahan Tata Dasar dan Tata Peraturan dalam rapat MPS  untuk disempurnakan dan disahkan dalam sidang tahunan atau Sidang Raya Sinode.

Pasal 61

LAIN-LAIN

Hal-hal yang belum diatur dalam Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja YHS akan diatur dalam Tata Etika dengan ketentuan tidak boleh bertentangan dengan Pengakuan Iman, Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja YHS.

 

BAB IX: GELAR KEHORMATAN

Pasal 62

Yang dimaksud dengan gelar kehormatan adalah gelar Rasul (Apostle) atau Nabi (Prophet) yang diberikan kepada Hamba Tuhan Gereja YHS atas dasar pengabdian dan pencapaian dalam pelayanan di Gereja YHS dan Gereja pada umumnya.

Pasal 63

PENETAPAN DAN PELANTIKAN

            1. Melalui usulan yang di ajukan panitia Ad Hoc yang dibentuk MPS untuk maksud sebagaimana tersebut diatas.
            2. Mendapatkan persetujuan tertulis dari MPR Gereja YHS.
            3. Diputuskan di dalam rapat khusus MPS untuk maksud sebagaimana tersebut diatas.
            4. Dilantik dalam sidang tahunan atau Sidang Raya Sinode.

BAB X: PENUTUP

Pasal 64

Pengakuan Iman, Tata Dasar dan Tata Peraturan dan Tata Etika Gereja YHS, adalah landasan kehidupan organisasi dan pelayanan Gereja YHS, ditetapkan dalam rapat pendirian Gereja YHS di Surabaya, tanggal 02 Agustus 2012  dan disempurnakan dalam Sidang Raya I Sinode Gereja Yesus Hidup Sejati di Makassar pada tanggal 24 April 2013.

PROCEDURE OF  THE CHURCH OF JESUS ​​ON REAL

Article 1

NAME, POSITION AND TIME

  1. The church is named: True Life of Jesus Church, with the short title: YHS Church.
  2. Living the True Jesus Church based in Makassar, South Sulawesi with churches throughout Indonesia and in other countries around the world.
  3. Living the True Jesus Church is established for an indefinite period.

Article 2

CHURCH form

  1. The Church is a divine institution established by God to proclaim His presence in the world.
  2. The Church is the people who are sanctified in Christ Jesus and called to be saints, with all that in every place call upon the name of our Lord Jesus Christ, their Lord and ours.
  3. Church or temple is the temple of the Holy Spirit was built from the stones of life, the new birth by the Holy Spirit and the word of God.
  4. The Church is the Body of Christ, the ministry of all tribes, nations and languages ​​in all places at all times, was called to be the light and salt of the earth.
  5. The Church is a divine army, led by the Holy Spirit and the word of God, it makes a great spiritual battle for victory in the world and in the age to come eternal glory of the Lord forever.
  6. Living the True Jesus Church is composed of churches of the True Jesus Church Life in Indonesia and other countries in the world, with a truly embodies the One Church, Holy and Am.

Article 3

BASIC AND LIFE CHURCH

  1. Basic Life True Jesus Church that remains is the Lord Jesus Christ and confession of Jesus Christ is Lord, the Messiah, the Son of the living God, the Bible as the revelation of the Old Testament and the New Testament, formulated dalamPengakuan Faith, Basic Procedures, Rules and Procedure of the Church of Jesus True Life Ethics .
  2. The service life of Jesus Church is the True Life together, faithfully serving and serve the Lord Jesus Christ through fellowship bonding “Sure Life Success”

Article 4

PRINCIPLE OF THE CHURCH

True Life Church of Jesus based on the principle of Pancasila as the principle of life-ber of society, nation and state, the Constitution of 1945 as a cornerstone of the constitution.

Article 5

VISION AND MISSION CHURCH

Vision

“Mega Churches are growing without bounds with satellite churches are made up of families and successful and happy man who pleases the God”

Mission

“Changing the church used to be the servants of God serving in active militant apostolic church”.

Article 6

CHURCH CHURCH

Living the True Jesus Church is a fellowship of those who believe in the Lord Jesus Christ, which is characterized by baptism by immersion and pastored by a minister of the Church of Jesus True Life. True Jesus Church Life originated and located in Indonesia and other countries in the world.

Article 7

SERVANT LORD CHURCH

To carry out the duties and ministry, the Church of Jesus Life Sejatimelantik Servants of God: Senior Pastor (S.Ps.); Father (Ps); Assistant Pastor (A.Ps.) and Evangelicals (ev.).

Article 8

CHURCH LEADERSHIP

  1. Trustees Spiritual Assembly (MPR) is the founder of The Church of Jesus Assembly of True Life, domiciled fixed and can not be replaced, except die or resign concerned.
  2. Assembly of the Synod was hearing and determination of election of Chairman of the MPS and the outlines of the Services for a period of service time (4 years) True Life of Jesus Church.
  3. Workers Synod Assembly (MPS) is a Mandatory General Assembly of the Synod of the Church of Jesus True Life.
  4. Regional Labour Council (MPD) is representative of the Church of Jesus MPS True Life in Regional Level I or MPS designated areas.
  5. Pastor of the Church of the True Jesus Church Life is Local Church Leaders Church of Jesus True Life.
  6. Life Church Assembly of the Church of Jesus Sejatiadalah Representative Local Church Life True Jesus Church consisting of the Shepherd Church of Jesus Church of the True and Living Church of Jesus Defenders True Life Assembly.
  7. Defenders of the True Life of Jesus Church Assembly is Representative Citizens Local Church of Jesus Church of True Life, which authorized the appointment and dismissal is by Pastor Local Church Life True Jesus Church.

Article 9

INSTITUTION WHICH FORMED

SYNOD ASSEMBLY WORKERS (MPS)  

To carry out the mission, dedication, Synod Assembly Worker form:

            1. Departments
            2. Commissions
            3. Ad Hoc committees.

Article 10

CHURCH DISCIPLINE

True Jesus Church Life Church Discipline implement the servants of the Lord True Life Church is to deny Jesus Creed, Basic Procedures, Rules and Procedure of the Church of Jesus True Life Ethics.

Article 11

CHURCH PROPERTY AND FINANCE

            1. Living the True Jesus Church Property (YHS) is divided into:
            2. Common Property Owned True Life of Jesus Church.

All movable and immovable goods are bought and paid for by MPS / MPD, or granted by legitimate to MPS / MPD True Life of Jesus Church, is the property of the Church of Jesus True Life managed by MPS / MPD True Life of Jesus Church.

              1. Local Owned Property.

All movable and immovable goods purchased and financed True Life Church of Jesus LokalGereja or validly granted to the Local Church is the True Jesus Church-Owned Life Local Church Church of Jesus Life Assembly Church managed Sejatiyang Local Church Life the True Jesus Church.

All movable and immovable goods purchased and financed True Life Church of Jesus LokalGereja or validly granted to the Local Church is the True Jesus Church-Owned Life Local Church Church of Jesus Life Assembly Church managed Sejatiyang Local Church Life the True Jesus Church.

            1. True Jesus Church Life Financial is managed and defined by:
            2. Workers Synod Assembly (MPS) to finance national and regional level or at the (MPD) as determined MPS.
            3. Local Church Assembly of the Church of Jesus True Life Financial for Local Church Life the True Jesus Church.

Article 12

SOURCE FINANCIAL

Financial revenue sources True Life Church of Jesus come from:

            1. Residents offerings Church, donors, sympathizers, the Indonesian government assistance or other foreign countries and the Servant of the Lord Jesus True Life Church.
            2. Offerings and other grants that are not contrary to the word of God.

Article 13

QUORUM AND DECISION MAKING

            1. Assembly of the Synod of the trial is valid if attended by at least 2/3 (two thirds) of the MPR and 2/3 (two thirds) throughout the Servant of God Church YHS.
            1. If quorum is not reached, then the Assembly may give written consent to the MPS to keep hold of the Synod Assembly, and considered valid.
            2. Assembly of the Synod decision taken by the principle of deliberation and consensus. In case musayawarah consensus is not reached, the Assembly approved the final decision left to the MPS.

Article 14

DISSOLUTION

            1. Dissolution of the True Jesus Church Life can only be done in a special Synod Assembly done to it, with the provisions of the written approval of the Assembly and quorum as stipulated in Article 13 of the Basic Administration.
            2. True Jesus Church Life Wealth, after the organization was dissolved, was also determined in the Synod Assembly.

Article 15

CHANGES

If it is deemed necessary for the benefit and development of the Church service YHS, then the Assembly can propose changes and Tata Tata Basic Rules for enhanced MPS meeting and passed in the annual session of the Synod or Assembly.

Article 16

PROCEDURE RULES AND PROCEDURES OF ETHICS

The things that have not been regulated in the Articles of Association or the Basic Procedures will be set in the Bylaws or the Rules and Procedure of the Church of Jesus True Life Ethics and must not conflict with the Articles of Association or Tata Basic Life True Jesus Church.

Article 17

Stewardship

Church Board consists of:

            1. Spiritual Assembly of Trustees

Chairman: S.Ps. Dr. Yusak Hadisiswantoro

Members: S.Ps. Dr.. Ir. Leonard Limato

S.Ps. Soebijanto Soeprajitno, S.Th

S.Ps. Tjia Cundiantoro, S.Th

S.Ps. Gunawan Sutjiutomo

            1. Workers Synod Assembly:

Which for the first time appointed by the Spiritual Assembly of Trustees, consisting of:

Chairman: Ps. Billy Zakharian, S.Th

Secretary General: Ps. Sriyana, MA

Treasurer: Ps. Onggo Setiani Erika S, S.Th

For the period 2013-2017 the service in accordance with the decree of appointment Structure MPS Staff Assembly of the Synod of the Church of Jesus Workers No. True Life. 0001/SKGL/MPS-YHS/VIII/2012 that was created on August 20, 2012.

Article 18

MISCELLANEOUS

            1. Regarding all the consequences that may occur or arise from these Statutes, among the Founders establish domicile in Makassar District Court Office.
            2. Furthermore Spiritual Assembly of Trustees authorizes Joshua Statutes Hadisiswantoro to pour this into a notarial deed.

PROCEDURE RULES

TRUE LIFE CHURCH OF JESUS

(Church YHS)

CHAPTER I: THE CHURCH

Article 1

CHURCH

YHS Church is the communion of believers worship and receive the Lord Jesus Christ as savior marked with baptismal immersion of at least 24 members.

Article 2

CHURCH REQUIREMENTS

            1. Church members have at least 24 members who have registered and marked with immersion baptism.
            2. Having a clear secretariat office address and remain, with proof of ownership or proof of lease at least for a period of 3 (three) years.
            3. Having a place of worship that is clear and fixed, along with proof of ownership or proof of lease at least for a period of 3 (three) years.
            4. Led and pastored by a Servant of God Church Pastor YHS Senior level (S.Ps) or Father (Ps).
            5. Workers have been registered to the Synod Assembly (MPS) YHS Church.
            6. Willing to acknowledge and obey the Creeds, Tata and Tata Basic Rules and Ethics YHS church, and entering into communion “Sure Life Success”.

Article 3

LEVELS OF CHURCH

            1. Local Church, the church that has met the requirements, (Section 2, Rule Tata’s), grazed a Senior Pastor (S.Ps) or Father (Ps.) YHS Church, is autonomous and has been established by the Decree (SK) MPS Church YHS.
            2. Branch Church, the Church founded by Pastor Local Church, and pastored an Assistant Pastor (A.Ps.) which authorized the appointment and dismissal by Pastor Local Church is built, and reported to the MPD / MPS YHS Church.
            3. Pioneering Church, the Church by Decree (SK) MPS initiated by the Servant of God Church YHS and is under the guidance of a Senior Pastor (S.Ps) or Father (Ps.) are appointed and approved by the Church MPS YHS.

Article 4

SHEPHERD CHURCH

Shepherd Church is a local church pastor Church YHS defined and constituted by MPR and MPS Church YHS by Decree (SK) MPS signed by the Chairman of the Assembly, and Chairman and General Secretary of the MPS.

Article 5

REQUIREMENTS AND DUTIES SHEPHERD CHURCH

            1. Requirements Shepherd Church:
              1. Servant of God Church at YHS Senior Pastor level (S.Ps) or Father (Ps) which has had a membership card Servant YHS Church.
              2. Shepherd of the Church, as Article 2 point 1, 2, 3, 5 and 6, the Administration Regulations.
            2. Task Shepherd Church:
              1. Organize and lead the Kingdom Worship, Affirmation marriage, Consolation, Funeral, and worship-worship.
              2. Perform baptisms of believers, delivery of children and other church assignments
              3. Managing treasury / finance: Opening and closing bank accounts and sign checks / and checking accounts. Joint Assembly of the Church of purchase / and remove the movable and immovable property (Art. 11, & Chapter. VII, art 48,49,50, 51 Basic Procedure and Administration Regulations Church YHS)

Article 6

SHEPHERD CHURCH OF SUBSTITUTE

If a Shepherd Church is no longer able to carry out pastoral duties, as was called home to the Father’s house in heaven, or because of other reasons, and really need a replacement pastor, the rights and powers of electoral replacement replacement Shepherd Church is on:

            1. Shepherd Church which replaced have the prerogative to assign Shepherd replacement, either by letter designation, a will or other legal letters made up for it.
            2. In terms of the Shepherd Church does not select or define, the right to choose the next replacement Shepherd Shepherd Church is the nuclear family, ie spouse, biological children, in-laws, grandchildren and so on.
            3. In terms Shepherd Church and the family does not select or define, the right to choose the next replacement Shepherd is a citizen of the church together Defender Assembly held a special meeting to select a replacement Shepherd.
            4. Decree or other letters relating to the replacement of the Pastor, shall be notified to the MPS Church YHS to obtain the Decree (SK) Associate Pastor of the Church.

Article 7

DETERMINATION OF SHEPHERD CHURCH OF SUBSTITUTE

Workers Synod Assembly (MPS) is obliged YHS Church issued a decree (SK) determination Church Pastor Local Church YHS replacement after receiving the notification letter and examined the replacement of the local church congregation Shepherd Church YHS under the provisions of Article 6 of this Regulation Administration.

Article 8

Pioneering, MERGER AND TRANSFER OF THE CHURCH

The new church planting, church incorporation and place of worship removal by submitting a written request to the MPS through the MPD to obtain follow-up and referrals from MPD or MPS.

Article 9

RIGHTS AND LOCAL CHURCH propriety

            1. Getting the services of MPD and or MPS.
            2. It is recommended to use the slogan “Life Confident of Success”.
            3. Registering the name of the local church to the MPS for approval.
            4. It should give love offerings based on the principles of offerings in the Bible, namely: the firstfruits offerings, thanksgiving, tithes to the treasury of the MPS.

Article 10

CHURCH NAME BOARD

            1. Local Church Church CHURCH YHS YHS names recommended to install and can add the identity of the local church.
            2. The identity of the local church may use personal name or another name that does not break the law and moral values, ethics and culture of Indonesia.
            3. Local Church Church YHS recommended to use the slogan “Life Confident of Success” or other slogans that do not break the law and moral values, ethics and culture of Indonesia.

Article 11

LOGO AND HEAD OF LETTERS

            1. True Jesus Church Life logo is as shown below:
            1. Church YHS required to wear the logo that has been set.
            2. YHS Church may make another logo in addition to the local identity.
            3. Letter Head Design, Baptist Letter, Letter of Marriage Agreement and other documents in accordance example officially published MPS

Article 12

CHURCH MEMBER

            1. Members, namely those corresponding immersion and submitted the Creed of the Church YHS and registered as a member of the church.
            2. Sympathizers, those who worship at the Church of YHS, but not willing to be listed as a member of the church.

Article 13

RIGHTS AND MEMBERS propriety

            1. Church members are entitled to the spiritual and ecclesiastical ministry of Shepherd of the Church.
            2. Members of the church should pray and bring offerings faithfully according to biblical principles, among others: the firstfruits offerings, thanksgiving offerings, tithes to God through the church where members worship and become a member.

CHAPTER II: Lord SERVANT CHURCH YHS

Article 14

SERVANT LORD CHURCH YHS

            1. Servant of God Church YHS, is Senior Pastor (S.Ps.), Father (Ps.), Assistant Pastor (A.Ps), and Evangelical (ev.).
            2. Servant of God Church YHS not allowed to assume office or clerical and functional organization of the Church on the other synods.
            3. Servant of God Church YHS who hold positions in the MPR, MPS, MPD and Shepherd Church is not allowed to hold positions in the organization of practical politics.
            4. Defenders trial is Servant of God or Servant of candidates appointed by the Pastor of the local church into a local church representatives YHS Church.
            5. Workers are Servant of God Servant of God or candidates who are appointed by the local church Pastor Church YHS.

Article 15

SENIOR PASTOR (S.Ps.)

YHS senior pastor is a servant of God, a man or woman who has the gift of God to:

            1.  Being or designated as Chairman or member of the Assembly of the Church YHS
            2. Lead and execute local pastoral ministry of the Church, with a minimum of 3 (three) branches in three (3) different cities.
            3. Running the task of evangelization, education and spiritual development of Christianity in schools, or the Institute of Theological Education in Government institutions.

Article 16

PASTOR (Ps.)

Church Pastor YHS is Servant of God, the man or woman who has the gift of God to:

            1. Running pastoral ministry in the local church or in the church and Branch.
            2. Running ministry of evangelism, education and spiritual development of Christianity in schools, the Institute of Theological Education or Government institutions.

Article 17

ASSISTANT PASTOR (A.Ps.)

Assistant Pastor of the Church YHS is Servant of God, the man or woman who has the gift of God to:

  1. With the assignment of Senior Pastor / Pastor runs pastoral ministry in the local church, the church branches or twigs church.
  2. Under the guidance Senior Pastor / Pastor of education and coaching services running Christian spirituality in Schools, Educational Institutions in Theology or Government agencies.

Article 18

Evangelical (ev.)

Evangelical Church of the Servant YHS is God, the man or woman who has the gift of God to:

1. The assignment of Senior Pastor / Pastor run evangelistic ministry in general and as wide as possible.

2. Below coaching Fr run ministry of evangelism, education and spiritual guidance agamaKristen in Schools, Institute for Theological Education or Government agencies.

Article 19

SERVANT OF LORD CHURCH REQUIREMENTS YHS

            1. General requirements:
              1. Local church members Church YHS.
              2. Believe that Jesus Christ is Lord, the only way to eternal salvation, accept the Bible the word of God is living and powerful, full of the Holy Spirit, to live holy lives according to the word of God.
              3. For those who are married, are required to submit a copy of the marriage license and live the life of a good marriage.
              4. Having knowledge of the Bible and fairly common knowledge.
              5. Have the spiritual maturity and self-control.
            1. Terms of Appointment:
              1. For Assistant Pastor (A.Ps.) and Evangelicals (ev.) have served for at least 3 years as a Servant of God by Servant of God Church YHS level.
              2. For Senior Pastor (S.Ps.), the Chairman / members of the Assembly or the shepherd with at least 3 branches in different cities.
              3. Participate in education and training, pass an examination organized by the Servant of God MPD or MPS.
              4. Bringing offerings according to biblical principles, among others: the firstfruits offerings, thanksgiving and tithes to the local church treasury and monthly dues Servant of God to MPS.
              5. Have at least 30 years old to Father (Ps.), 26 years for Assistant Pastor (A.Ps.) and 22 years for Evangelicals (ev.).
              6. For High School alumni recognized by the Church Theology YHS can set the terms by MPS Church YHS.

Article 20

LORD SERVANT SERVICES

            1. Local church pastoral ministry, branch or twig YHS Church.
            2. Preaching and teaching the word of God.
            3. Prayer services for the sick, and those who need the service of prayer.
            4. Ministry of water baptism and holy communion.
            5. Services wedding ceremony, funeral and delivery of children.
            6. Prayer Apostolic Blessing.

Article 21

MISSIONARY SERVICE

            1. Evangelism ministry inside and outside the church.
            2. Preaching and teaching the word of God.
            3. Prayer ministry and church planting.

Article 22

In terms of the agreement urged Senior Pastor / Pastor, Evangelist (ev.) to implement:

            1. Ministry of water baptism and holy communion.
            2. Services wedding ceremony, funeral and delivery of children.
            3. Services apostolic benediction.

Article 23

APPOINTMENT AND INDUCTION

            1. Through a written proposal to the local church Pastor to Pastor MPD (Ps.), Assistant Pastor (A.Ps), and Evangelical (ev.).
            2. Through the Assembly a written proposal to the MPS for YHS Church Senior Pastor.
            3. With the approval of the MPD or MPS undergo and pass the test of the Servant of God.
            4. Inauguration by MPD in the Regional Assembly for Assistant Pastor (A.Ps.) and Evangelicals (ev.) and or by the Assembly in the session of the Synod Kingdom to Pastor (Ps) and Senior Pastor (S.Ps.).
            5. Charter and Servant Card issued MPS and MPR signed by the Chairman, and the Chairman and Secretary of the MPS.

Article 24

Workers DEFENDERS AND HEARING

            1. Workers:

Is the servant of the Lord who serve in the local church Church YHS

            1. Powers of appointment and discharge of duties by the local church Pastor.
            2. Workers organized by the ministry of the local church Pastor.
            3. Workers who have not become a servant of God Church Pastor YHS can be proposed by a local church to be a servant of God.
            1. Defenders Session:
              1. Local church members are representatives of the Church YHS
              2. The appointment and dismissal of Defenders Assembly is a local church Pastor authority, appointed for a period of service of two (2) years and may be reappointed.
              3. The defense ministry session arranged by the local church Pastor.
              4. The trial, which has not been a defender of the Servant of God Church YHS be proposed by local church pastors to be servants of God Church YHS.
              5. Defenders Session with Pastor church called the Church Council, chaired by the local church Pastor.

CHAPTER III: SPIRITUAL ASSEMBLY Trustees

Article 25

            1. Trustees Spiritual Assembly (MPR) is the founding assembly domiciled fixed and can not be replaced, and is collegiality.
            2. Replacement of Chairman / Members is lawful if it is because the house in question was called home to the Father in heaven, or resign.
            3. Structure of Trustees Spiritual Assembly (MPR), as is the established time Chairman and four members, and can not be added or subtracted. 

Article 26

MEETING AND MEETING

            1. Schedule a meeting or a meeting of the Assembly is determined by the Chairman of the Assembly.
            2. Decisions in meetings and meetings of the MPR based principle consensus agreement with the final decision is determined by the Chairman of the Assembly.
            3. Assembly held a special meeting once every 4 years before the Assembly conducted to define the candidate Chairman of MPS.

Article 27

CHAIRMAN GENERAL REPLACEMENT MPR

In case the Chairman of the Assembly must be replaced (item 2 of Article 25 of this Regulation Administration), the right to elect a successor Chairman are:

            1. Replaced the chairman of the Assembly have the prerogative to assign the Chairman of the Assembly replacement, either with the letter of appointment, a will or other legal letter that was made for it.
            2. In case the Chairman of the Assembly did not choose or set, then the right to elect the Chairman of the Assembly next replacement is Chairman of the Assembly of the nuclear family, ie spouse, biological children, in-laws, grandchildren and so on.
            3. In case the Chairman of the Assembly and the family does not select or define, the right to elect the Chairman is a member of the Assembly following replacement through a special meeting to select a replacement Chairman of the Assembly.
            4. Decree or other letters relating to the replacement of Chairman MPRharus immediately notified to the Assembly of the Church YHS to get Endorsement Letter from the Assembly.

Article 28

MPR MEMBER REPLACEMENT

In the case of members of the Assembly must be replaced (Article 25, item 2 of this Procedure Rules), the replacement of members of the Assembly through the meetings held to it.

CHAPTER IV: THE ANNUAL MEETING AND HEARING BOTANICAL SYNOD

Article 29

ANNUAL MEETING

Annual Session of the Synod of the Church trial YHS is held annually as a means of fellowship servants of God in the bonds of communion “Sure Life Success”.

Article 30

BRITAIN AND SYNOD MEETING trial

            1. Assembly of the Synod was attended by the Assembly session and all of the Servant of God Church YHS.
            2. Assembly of the Synod of the Church is the assembly elections YHS, Chairman of establishment and inauguration of the MPS and the Guidelines of YHS Church Service for the period of service for 4 (four) years.
            3. Synod Assembly is a forum for:
              1. Choose, establish and inaugurate the Chairman of the Synod Assembly Workers (MPS) for the period of service of four (4) years.
              2. Establish Outlines Church Service YHS.

Article 31

OPERATION

            1. Assembly of the Synod held by the MPS one in four (4) years.
            2. In proceedings of the Synod Assembly led by the MPS. After the passage of Assembly Rules, the hearing led by Chairman Trial has been chosen by the Assembly of the Synod.
            3. Preparation and implementation of the Synod Assembly organized by the MPS.
            4. The entire financing Assembly Church synod borne by all YHS.
            5. The venue of the General Assembly of the Synod set at the previous Synod Assembly.

Article 32

PARTICIPANTS trial

            1. Chairman of the Trustees and members of the Spiritual Assembly (MPR) should be invited and present at the General Assembly of the Synod of the Church of YHS.
            2. Servant of God Church YHS be invited and should be present at the General Assembly of the Synod of the Church of YHS.
            3. Senior Pastor (S.Ps.) and Father (Ps.) have the right to speak, voting rights and the right to be elected.
            4. Assistant Pastor (A.Ps.) and Evangelicals (ev.) have the right to speak, but no voting rights have been right.
            5. Observers and guests can only follow a particular trial.

Article 33

QUORUM AND METHOD OF DECISION MAKERS

            1. The trial Synod is valid, if attended by at least 2/3 (two thirds) of the MPR and 2/3 (two thirds) the total number of Servant of God Church YHS.
            2. If quorum is not reached, then the Assembly may give written consent to the MPS to keep hold of the Synod Assembly, and considered valid.
            3. Assembly of the Synod decision taken by the principle of deliberation and consensus. In case musayawarah consensus is not reached, the Assembly approved the final decision left to the MPS.

Article 34

DISCIPLINE SERVANT LORD

1. Whole servant of God (S.Ps, Ps, A.Ps, Ev) should attend the Annual Meeting and General              Assembly of the Synod.

            1. If the two (2) times in a row is not present in the Annual Session, the servant of the Lord shall be deemed resigned and are no longer in the membership of the Church Synod YHS.

CHAPTER V: SYNOD ASSEMBLY WORKERS

Article 35

CHAIRMAN GENERAL SYNOD ASSEMBLY WORKERS (MPS)

Chairman of MPS is mandatorily YHS Assembly of the Synod of the Church during the service for a period of 4 (four) years.

Article 36

SYNOD ASSEMBLY WORKERS (MPS)

Workers Synod Assembly (MPS) is a daily executive Outlines YHS Church Service for the period of service for 4 (four) years. Led by Chairman of MPS results Synod Assembly decision.

Article 37

STRUCTURE MPS

General arrangement of the Synod board Workers Assembly (MPS) is:

            1. Chairman
            2. Chairman-Chairman
            3. Secretary-General
            4. Secretary
            5. Treasurer
            6. Treasurer
            7. Departments

Article 38

PLACE POSITION

The locus of the Synod Assembly Workers (MPS) in Makassar – South Sulawesi. If due consideration of the interests of YHS Church service in general, with the written approval of the Assembly, the seat of the MPS can be moved into the city in the same province or city in another province in Indonesia.

Article 39

DUTIES AND OBLIGATIONS OF SYNOD ASSEMBLY WORKERS

            1. Implementing the Guidelines of Care service period of 4 (four) years as specified in the next Synod Assembly of the Church of YHS.
            2. Creating Revenue and Expenditure Plan Finance to obtain approval from the Assembly and implement.
            3. Organizing the Synod Assembly.
            4. Delivering Accountability Report at Synod Assembly.
            5. YHS visited churches in Indonesia and abroad.
            6. Issued a decree, Charter and Evangelical Pastor and Church Card Servant YHS.
            7. Surviving and Servant of God Church.
            8. Implement correspondence in Indonesia and abroad.
            9. Defending the interests of the churches YHS in the broadest sense.

Article 40

WORK MEETING

1. The MPS Working Meeting organized by purpose, but at least once a month.

2. MPS Working Meeting chaired by the Chairman, or one designated as a replacement Chairman when the Chairman is absent.

3. MPS Working Meeting to discuss and take decisions on the issues at hand.

4. The MPS Working Meeting to discuss the implementation of programs that have been set.

5. In terms of experiencing a difficult problem solved, MPS can ask for advice and or MPR decision.

Article 41

LEGAL REPRESENTATIVE

Chairman of Trustees Spiritual Assembly (MPR) and the Chairman of the Synod Assembly Workers (MPS) is the legal representative of the Church YHS.

Article 42

CHAIRMAN GENERAL ELECTION

            1. Chairman elected in Assembly Church Synod YHS.
            2. Chairman of the candidates to be selected must obtain the written consent of the Assembly.
            3. The number of candidates for Chairman of two (2) or a maximum of 3 (three) candidates.

Article 43

CHAIRMAN GENERAL REQUIREMENTS SYNOD ASSEMBLY WORKERS

            1. Servant of God Church on level YHS Senior Pastor (S.Ps.) or Father (Ps.).
            2. It has been shown to have high loyalty to the Church YHS.

 Article 44

FUTURE SERVICES

            1. Future services MPS is Chairman of the period of service for 4 (four) years, from the Assembly of the Synod Assembly of the Synod to the next and can be re-elected.
            2. Future services MPS Chairman no later than two (2) consecutive terms and may be re-elected after a lapse of two (2) periods.

Article 45

CHAIRMAN GENERAL DUTIES AND TRANSLATION

SYNOD STAFF ASSEMBLY WORKERS

            1. To implement the general policy of the Church YHS, Chairman of MPS assisted by:
              1. Chairman-Chairman
              2. Secretary-General
              3. Secretary
              4. Treasurer
              5. Treasurer
            1. Chairman Task MPS:
            2. YHS implement the general policy of the Church which is in line with the Creed, and the Basic Rules of Procedure and the Code YHS Servant of God Church.
            3. Implement Outlines Church Service YHS set Synod Assembly.
            4. Implement Plan Budget and Admissions YHS Church approved the MPR.
            5. Representing YHS Church in ministry to the inside or outside.
            6. To coordinate the tasks and MPS services.
            7. Leading MPS working meeting.
            8. Preparing and arranging the Synod Assembly.
            9. Defend the common interests of the Church YHS in the broadest sense.
            1. For appointment, translation tasks and responsibilities of each staff MPS, set by the Chairman of MPS through its own decree.

Article 46

STAFF REQUIREMENTS SYNOD ASSEMBLY WORKERS

1. The Servant of the Lord Jesus True Life Church (YHS).

2. Has been proven to have committed, submission and high loyalty to the Church YHS.

3. Filled with the Holy Spirit, to live holy lives according to the word of God.

4. Those who are married, submit a copy of marriage certificate and a letter has a good married life.

5. Having knowledge of the Bible and is quite common knowledge.

6. Having spiritual maturity and self-control.

7. Those who are not local Shepherd Church, must obtain written permission from Shepherd

CHAPTER VI: ASSEMBLY WORKERS LOCAL AND  REGIONAL COORDINATOR

Article 47

GENERAL PROVISIONS

            1. Regional Labour Council is representative of MPS in the Province of Level I or areas designated by the MPS.
            2. Provincial Level I who do not have the Regional Labor Council, is under the MPS.

Article 48

FORMATION MPD

            1. If MPS looked at a region or province level I need to set up the MPD, the MPS with the written consent of the Assembly may establish Regional Labour Council.
            2. In the case of the Regional Labour Council has not yet formed, if deemed necessary, then the MPS with the written consent of the Assembly may appoint a regional representative, called the Regional Coordinator.

 

CHAPTER VII: THE CHURCH TREASURY YHS

Article 49

DEFINITIONS

What is meant by Treasury YHS Church is:

            1. YHS Church property ownership or moving or not moving.
            2. Church Finance YHS.

Article 50

TYPE OF OWNERSHIP

            1. YHS common property owned by the Church.

All goods or property that is not moving and moving is purchased and financed MPS or MPD Church YHS, or granted by the MPS or MPD legitimate Church Church YHS YHS is commonly owned managed by MPS or MPD.

            1. Property owned by a local church.

All goods or property that is not moving and moving is bought and paid for by the Local Church, or donated to the local church is legitimate to belong to a local church that is managed by the Council of the local church congregation.

            1. Property owned by individuals, foundation or other legal entity.

All goods or property that is not moving and moving is bought and paid for by individual, foundation or other legal entity is owned by individuals, foundation or other legal entity. The use by the Local Church, MPS, MPD duly accompanied by a written agreement before a notary.

Article 51

PROPERTY RELEASE DOES NOT MOVE

            1. Public Owned YHS Church.

To sell or grant a release immovable property belonging to the Church YHS general can only be done by the MPS after obtaining the written approval of the Assembly.

            1. Owned Local Church YHS.

To sell, donate or dispose of property of the Local Church YHS it need the written approval of the Local Church Council YHS local congregation.

Article 52

FINANCIAL RESOURCES MPS

            1. MPR and MPS financial resources derived from a love offering that refers to the concept of the tithe of the Local Church, Benefactors, Investigators and Servants of God Church YHS
            2. Love offerings and other grants that are not contrary to the word of God.
            3. Contributions are servants of the Lord Church YHS.

Article 53

MPD OR FINANCIAL RESOURCES COORDINATOR AREA

Financial resources from the Regional Representative Council of MPS based on a one-year service plan proposal that has been approved by the MPS.

Article 54

FINANCIAL RESOURCES LOCAL CHURCH

Financial resources obtained from the local church tithe, a love offering from the congregation and other offerings that do not conflict with the word of God.

 

CHAPTER VIII: CHURCH DISCIPLINE

Article 55

UNDERSTANDING DISCIPLINE

1. Referred to Discipline Church are rules that must be obeyed by every servant of God Church YHS.

2. Every violation of Church Discipline Discipline will be penalized.

Article 56

CHURCH OF DISCIPLINE

1. The Word of God.

2. Confession of Faith, Teaching, Tata Basic Rules and Procedures of the Church YHS.

3. Ethics Service, Ethics and Proper association.

Article 57

LEVELS OF BREACH OF DISCIPLINE

            1. Violate the Word, Creed, Teaching, Tata Basic Rules and Procedures of the Church YHS.

2. Breaking the Code Services, Ethics and the Christian association rules of Appropriateness.

Article 58

LEVELS OF DISCIPLINARY SANCTIONS

            1.  Advisory / warning / reprimand submitted in writing by the MPS.
            2. Liberation assignments and coaching services by a pastor for a specific period of time set by the MPS in writing.
            3. Not allowed to serve in the Church YHS.

Article 59

REHABILITATION AND DISMISSAL

            1. Servant Church disciplinary sanction can be rehabilitated or discharged by the MPS.
            2. Rehabilitation is given if the relevant period had undergone coaching well and get recommendations for rehabilitation by the Lord’s servants appointed supervisors and approved by the MPS.
            3. Dismissal concerned given after refusing to rehabilitation.
            4. Rehabilitation / dismissal established by the MPS through a special meeting held for that.
            5. Servant of God who has been rehabilitated with the terms sincerely repent and obey all decisions MPS.
            6. SK rehabilitation / Termination issued by the MPS.

Article 60

CHANGES

If it is deemed necessary for the benefit and development of the Church service YHS, then the Assembly can propose changes and Tata Tata Basic Rules for enhanced MPS meeting and passed in the annual session of the Synod or Assembly.

Article 61

MISCELLANEOUS

The things that have not been regulated in the Basic Procedure and Administration Regulations YHS Church will be governed by the provisions of the Code of Ethics should not be contrary to the Confession of Faith, Tata and Tata Basic Regulation YHS Church.

 

CHAPTER IX: HONORARY DEGREE

Article 62

The definition of an honorary degree is a degree Apostles ( Apostle ) or the Prophet ( Prophet ) granted to the Servant of God Church YHS on the basis of dedication and achievement in service to the Church and the Church in general YHS.

Article 63

DETERMINATION AND INDUCTION

            1. Through proposals in the proposed ad hoc committee formed for the purpose of MPS, as mentioned above.
            2. Obtain written approval of the Assembly of the Church YHS.
            3. It was decided at a special meeting of the MPS for the purpose as mentioned above.
            4. Sworn in at the annual session of the Synod or Assembly.

CHAPTER X: CONCLUSION

Article 64

Creed, Tata and Tata Basic Rules and Ethics YHS Church, is the cornerstone of organizational life and ministry of the Church YHS, set out in the founding meeting YHS Church in Surabaya, dated August 2, 2012 and completed in the first Assembly of the Synod of the Church of Jesus True Life in Makassar April 24, 2013.