PENGGABUNGAN

 

PETUNJUK PELAKSANAAN

Berdasarkan pasal 8 Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS) yang berbunyi: ”Perintisan gereja baru, penggabungan gereja dan pemindahan tempat ibadah dengan cara menyampaikan surat permohonan ke MPS melalui MPD untuk mendapatkan tindak lanjut dan arahan dari MPD atau MPS”,maka dibuatlah peraturan atau petunjuk pelaksananaan cara penggabungan dan perintisan gereja baru.

 

A. PENGGABUNGAN

1. Tiap hamba Tuhan yang sealiran dengan Gereja YHS beserta Sidang jemaatnya dapat bergabung dengan Gereja YHS jika memenuhi persyaratan-persyaratan.

1.1. Mengajukan permohonan tertulis kepada MPS /MPD.

1.2. Mengisi formulir data pribadi dan gereja

1.3. Berdasarkan point 1 dan 2 di atas sinode meninjau gereja tersebut.

1.4. Menyatakan secara tertulis bahwa ia menerima dan mau mentaati Pengakuan Iman, Pengajaran dan Tata Tertib Gereja YHS, serta bersedia diuji.

1.5. Menyerahkan bukti tertulis bahwa ia telah mengundurkan diri dari organisasi Gereja asal sebelumnya.

1.6. Memenuhi persyaratan administrasi lainnya

 

2. Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka MPS memberi surat keputusan penggabungan untuk meresmikan serta memberi Surat Tugas kepada hamba Tuhan yang bergabung tersebut.

 

3. Tiap hamba Tuhan yang bergabung disahkan oleh MPR dan MPS, dilantik pada Sidang Tahunan atau Sidang Raya Sinode

 

4. Seorang hamba Tuhan tanpa jemaat dapat bergabung dengan Jemaat Gereja YHS, jika mempunyai kesaksian hidup yang baik dan membuktikan bahwa ia mempunyai karunia Roh Kudus untuk melayani pekerjaan Tuhan dalam suatu bidang tertentu, dengan syarat:

4.1. Harus menyatakan secara tertulis bahwa ia menerima dan mau mentaati Pengakuan Iman, Pengajaran dan Tata Dasar dan Tata Tertib Gereja YHS, dan menyatakan secara tertulis bahwa ia telah mengundurkan diri dari organisasi yang lama (sebelumnya) dan mengajukan permohonan penggabungan secara tertulis kepada Gembala Jemaat setempat.

4.2. Sesudah persyaratan ini dipenuhi, ia mendapat Surat Tugas dari Pendeta / Gembala setempat

4.3. Tiap hamba Tuhan yang telah diterima oleh Jemaat setempat, dapat dicalonkan menjadi hamba Tuhan Gereja YHS, sesudah ia memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam tata dasar dan Tata Tertib Gereja YHS

4.4. Tiap penggabungan harus dilaporkan kepada MPW/MPD/MPS

 

 

PERSYARATAN UNTUK PENGGABUNGAN :

Persyaratan untuk penggabungan Jemaat dari lain organisasi dan Persekutuan Doa dalam wadah Gereja YHS :

 

I. PERSEKUTUAN DOA

1. Persekutuan Doa yang sudah berkembang menjadi Jemaat dengan Ibadah-ibadah yang tetap dengan anggotanya lebih dari 100 jiwa (yang belum menjadi anggota Gereja YHS) dapat diterima penggabungannya kepada Gereja YHS.

a. Penggabungan dapat diterima, sesudah mendapat persetujuan MPD/MPS

b. Memberi pernyataan tertulis kepada MPS Gereja YHS bahwa ia setuju dengan Pengakuan Iman, Pengajaran, Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja YHS. Menulis pernyataan tersendiri bahwa dengan sukarela mau mengirim perpuluhan dari Jemaatnya kepada MPS Gereja YHS

c. Pemimpinnya dapat diberikan Surat Tugas oleh MPS Gereja YHS sebagai Gembala Jemaat, setelah lulus ujian akan diberikan kartu hamba Tuhan Ps.

d. Pemimpinnya diwajibkan membeli dan mempelajari Buku Panduan Pelayanan dan buku lainnya yang direferensikan oleh MPS

e. Prosedur pengangkatan sebagai A.Ps, Ps atau S.Ps diatur menurut Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja YHS (melalui ujian)

 

2. Persekutuan Doa yang mempunyai anggota di bawah 100 jiwa (yang belum menjadi anggota Gereja YHS) dapat diterima dalam wadah Gereja YHS, tetapi Jemaat tersebut harus dibina / diawasi oleh seorang Pastor YHS atau langsung di bawah pengawasan MPD/MPS.

a. Penggabungan dapat diterima, sesudah mendapat persetujuan MPD/MPS

b. Memberi pernyataan tertulis kepada MPS Gereja YHS bahwa ia setuju dengan Pengakuan Iman, Pengajaran, tata Dasar dan Tata dasar Gereja YHS. Menulis pernyataan tersendiri bahwa dengan sukarela mau mengirim perpuluhan dari Jemaatnya kepada MPS Gereja YHS

c. Pemimpinnya dapat diberikan Surat Tugas oleh MPS Gereja YHS sebagai Gembala Jemaat, setelah lulus ujian akan diberikan kartu hamba Tuhan A.Ps.

d. Pemimpinnya diwajibkan membeli dan mempelajari Buku Panduan Pelayanan dan buku lainnya yang direferensikan oleh MPS.

e. Prosedur pengangkatan sebagai A.Ps, Ps atau S.Ps diatur menurut Tata dasar dan tata Peraturan Gereja YHS (melalui ujian).

 

 

II. JEMAAT DARI LAIN ORGANISASI

Jemaat dari lain organisasi yang sudah terdaftar pada Departemen agama Pusat dapat ditrerima dalam wadah Gereja YHS, setelah pemohon mengajukan permohonan secara tertulis kepada MPS Gereja YHS dan ia akan diwawancarai oleh MPD/MPS

a. Penggabungan dapat diterima, sesudah mendapat persetujuan MPD/MPS

b. Memberi pernyataan tertulis kepada MPS Gereja YHS bahwa ia setuju dengan Pengakuan Iman, Pengajaran, tata Dasar dan Tata dasar Gereja YHS. Menulis pernyataan tersendiri bahwa dengan sukarela mau mengirim perpuluhan dari Jemaatnya kepada MPS Gereja YHS

c. Kartu Hamba Tuhan diberikan menurut surat/kartu jabatan dari organisasi yang lama, dengan ketentuan bahwa kehidupannya tidak tercela

d. Pemimpinnya diwajibkan membeli dan mempelajari Buku Panduan Pelayanan dan buku lainnya yang direferensikan oleh MPS

e. Apabila ada keragu-raguan tentang kependetaannya mengenai pengetahuan dan pengalamannya, maka ia harus mengikuti ujian yang diadakan oleh MPS

f. Ada surat keterangan, tembusan/copy bahwa ia sudah mengundurkan diri dari organisasi yang lama.

 

III. PENGGABUNGAN HAMBA TUHAN KE JEMAAT LOKAL

Setiap Pendeta, Penginjil tanpa Jemaat dari organisasi lain, dapat bergabung dengan Gereja YHS setempat.

a. Ia harus mengajukan permohonan tertulis kepada Gembala setempat disertai dengan pernyataan tersendiri bahwa ia setuju dengan Pengakuan Iman, Pengajaran , Tata dasar dan Tata Tertib Gereja YHS.

b. Ia diwajibkan untuk memberi dengan sukacita 5% dari penghasilannya kepada Jemaat setempat dan 5% kepada MPS untuk program Nasional.

c. Pengangkatan untuk menjadi Ps, A.Ps, Ev dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam Tata Dasar dan Tata Tertib Gereja YHS.

 

 

B. PERINTISAN PEMBUKAAN JEMAAT / GEREJA BARU

 

I. PERINTISAN OLEH GEREJA LOKAL.

1. Seorang Gembala Jemaat bisa mengembangkan Gereja YHS seluas-luasnya dengan membuka cabang-cabang Jemaat dengan ketentuan bahwa ia harus memperhatikan dan bekerja sama dengan Gereja YHS yang sudah ada lebih dahulu dan disetujui oleh MPS/MPD/BPW.

2. Jemaat Induk harus melaporkan kepada MPS/MPD/MPW tentang pembukaan suatu Jemaat cabang tersebut.

3. Pembukaan Jemaat Baru atau Jemaat Cabang diharapkan tidak menimbulkan masalah antar hamba Tuhan Gereja YHS, dan bila terjadi masalah maka MPS/MPD/MPW berhak untuk menertibkan.

4. Pembukaan Bakal Jemaat dapat dimulai dengan Ibadah Anak-anak atau Persekutuan Doa sesuai dengan Firman Tuhan (Kisah 12:12).

 

PENJELASAN :

1. Jemaat Baru yang dirintis / dibuka oleh Gembala Jemaat Gereja Induk:

a. Keuangannya diatur dan dibiayai oleh Gereja Induk yang bersangkutan.

b. Properti yang dibeli atau dibiayai oleh Gereja Induk akan menjadi miliki Gereja Induk yang membiayainya, kecuali dihibahkan kepada Jemaat lokal atau sinode.

 

2. Jemaat Baru yang dirintis/dibuka dan dibiayai oleh seorang hamba Tuhan secara pribadi : maka seluruh properti yang dibelinya akan menjadi milik pribadi hamba Tuhan tersebut, kecuali ia menghibahkannya kepada Sinode atau gereja lokal.

 

II. PERINTISAN OLEH SINODE

1. Jemaat Baru yang dirintis / dibuka dan dibiayai oleh MPS / Sinode:

a. Keuangannya akan diatur dan dibiayai oleh MPS.

b. Properti yang dibeli akan menjadi milik Sinode Gereja YHS

c. Hamba Tuhan yang ditempatkan harus bertanggung jawab kepada sinode.

 

2. Jemaat Baru yang dirintis seorang hamba Tuhan dengan bantuan Sinode:

a. Seorang hamba Tuhan bisa merintis / membuka gereja baru dengan mendapatkan dukungan dari MPS selama 3 bulan.

b. Besaran dukungan yang diberikan akan disesuaikan dengan kesepakatan antara hamba Tuhan tersebut dengan MPS .

c. Setelah 3 bulan berjalan akan dievaluasi, akan dipertimbangkan apakah bantuan tersebut dilanjutkan atau tidak.

d. Apabila dinilai memiliki prospek yang bagus maka bantuan bisa dilanjutkan 3 bulan lagi yang akan diperhitungkan sebagai pinjaman yang nantinya harus dikembalikan ke Kas Sinode, untuk bantuan pembukaan gereja jemaat di tempat yang lain.

e. Status gereja yang dirintis adalah otonom, bisa mengatur penatalayanan dan keuangannya sendiri.

 

 

Lampiran:

  1. Contoh surat penggabungan

 

2.  Formulir isian ………………(1)……………., ………………(2)…………….

Kepada Yth. Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode

Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS)

Jl. Gunung Latimojong 33

Makassar

No. : ……(3)…….

Lamp. : ……(4)…….

Perihal : Penggabungan.

Salam Sejahtera dalam Kristus,

Dengan hormat, Kami Majelis Jemaat, untuk dan atas nama warga jemaat yang beribadah di …………(5)……….., Jl. ………………(6)……………, ……………(7)………….., menyampaikan permohonan kepada Majelis Pekerja Sinode Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS) untuk :

1. Bergabung dan berada di dalam kelembagaan Sinode Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS). Kami menyatakan bersedia tunduk dan taat pada Pengakuan Iman, Tata Dasar, Tata Peraturan dan Tata Etika Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS). 2. Mengajukan permohonan nama: …………………(8)……………………. sebagai nama lokal Gereja Yesus Hidup Sejati di ……………(9)………….. dan Gereja YHS yang digembalakan ………………(10)…………………..

Demikian Surat Permohonan kami, atas nama seluruh warga jemaat kami berharap Bapak Ketua MPS Gereja YHS berkenan mengabulkan permohonan kami.

Terima kasih, Tuhan Yesus Kristus kiranya semakin memberkati kita semua.

Majelis Jemaat

……………(11)………………

…………(12)………………..

………………. (13)……………………

…………………(13) ……………………

………………… ……(13)…………………………

 

 

Cara pengisian Form :

Surat ini tidak usah dibuat diatas surat yang berkop surat, karena setelah mundur dari Sinode yang lama berarti tidak memiliki kop surat lagi. Jadi dapat menggunakan kertas putih polos.

 

1. Diisi nama kota Jemaat Lokal

2. Tanggal dan bulan dibuatnya surat ini

3. No surat dari gereja lokal tersebut

4. Bila sebelumnya telah bergabung dengan sinode lain, maka perlu dilampirkan pernyataan pengunduran diri dari sinode tersebut.

5. Karena sudah mundur dari sinode sebelumnya, maka praktis tidak/belum memiliki sinode sehingga kemungkinan namanya berganti, maka no 5 dapat diisi tempat ibadahnya (nama ruko, mall dll). Bila tidak ada nama tempat, dapat langsung diisi no 6 (nama jalan).

6. Nama jalan adalah nama jalan tempat ibadah (bukan sekretariat).

7. Nama Kota tempat ibadah. Bila memiliki sekretariat yang berbeda dengan tempat ibadah, dapat diinformasikan sebagai berikut: …………..(7)………., dengan sekretriat di jalan ………………, no………..

8. Diisi nama – nama gereja lokal yang dipilih

9. Nama kota gereja yang akan bergabung.

10. Nama Gembala setempat yang menggembalakan gereja tersebut.

11. Adalah Majelis Jemaat setempat.

12. Adalah nama Gembala, yang biasanya sekaligus Majelis Jemaat.

13. Nama – nama yang mewakili Majelis Jemaat.

 

LAMPIRAN :

1. Surat pengunduran diri dari sinode gereja sebelumnya.

2. Daftar anggota jemaat yang sedang dilayani.

3. Copy Kartu Pejabat dari sinode gereja sebelumnya.

4. Copy Identitas diri.

5. Akte nikah.

 

 

FORMULIR PENGGABUNGAN GEREJA

I.     Nama : ………………………………………………………………………………………..

Tempat/tanggal lahir : ………………………………………………………………….

Alamat : ……………………………………………………………………………………..

No Telp/Hp/Pin BB : ……………………………………………………………………

 

II.   Nama Gereja : ……………………………………………………………………………

Alamat Gereja : ………………………………………………………………………..

 

III. Jumlah Anggota : ………………………………………………………………………

Yang sudah baptis : ……………………………………………………………………

Yang belum baptis : ……………………………………………………………………

Simpatisan : ……………………………………………………………………………..

Youth : ……………………………………………………………………………………

Sekolah Minggu : …………………………………………………………………….

Jumlah total : …………………………………………………………………………..

 

IV. Tempat Ibadah

Rumah      
Ruko      
Hotel      
Restoran

Ket : Sudah milik sendiri/belum

 

V. Kegiatan

Ibadah Raya

Doa Malam

Youth

Sekolah Minggu

Wanita

Dll

 

 

Lampiran

a. Pribadi

v Surat Nikah.

v Kartu susunan keluarga (KSK/KK).

v KTP.

v Surat pengunduran diri dari gereja sebelumnya.

v Foto Copy ijazah terakhir atau Foto copy ijazah sesuai dengan gelar yang dipakai.

v Foto copy kartu pejabat.

 

b. Gereja

v Surat Ijin Gereja.

v Surat perjanjian kontrak/sewa.

 

PENGGABUNGAN

 

PETUNJUK PELAKSANAAN

Berdasarkan pasal 8 Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS) yang berbunyi: ”Perintisan gereja baru, penggabungan gereja dan pemindahan tempat ibadah dengan cara menyampaikan surat permohonan ke MPS melalui MPD untuk mendapatkan tindak lanjut dan arahan dari MPD atau MPS”,maka dibuatlah peraturan atau petunjuk pelaksananaan cara penggabungan dan perintisan gereja baru.

 

A. PENGGABUNGAN

1. Tiap hamba Tuhan yang sealiran dengan Gereja YHS beserta Sidang jemaatnya dapat bergabung dengan Gereja YHS jika memenuhi persyaratan-persyaratan.

1.1. Mengajukan permohonan tertulis kepada MPS /MPD.

1.2. Mengisi formulir data pribadi dan gereja

1.3. Berdasarkan point 1 dan 2 di atas sinode meninjau gereja tersebut.

1.4. Menyatakan secara tertulis bahwa ia menerima dan mau mentaati Pengakuan Iman, Pengajaran dan Tata Tertib Gereja YHS, serta bersedia diuji.

1.5. Menyerahkan bukti tertulis bahwa ia telah mengundurkan diri dari organisasi Gereja asal sebelumnya.

1.6. Memenuhi persyaratan administrasi lainnya

 

2. Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka MPS memberi surat keputusan penggabungan untuk meresmikan serta memberi Surat Tugas kepada hamba Tuhan yang bergabung tersebut.

 

3. Tiap hamba Tuhan yang bergabung disahkan oleh MPR dan MPS, dilantik pada Sidang Tahunan atau Sidang Raya Sinode

 

4. Seorang hamba Tuhan tanpa jemaat dapat bergabung dengan Jemaat Gereja YHS, jika mempunyai kesaksian hidup yang baik dan membuktikan bahwa ia mempunyai karunia Roh Kudus untuk melayani pekerjaan Tuhan dalam suatu bidang tertentu, dengan syarat:

4.1. Harus menyatakan secara tertulis bahwa ia menerima dan mau mentaati Pengakuan Iman, Pengajaran dan Tata Dasar dan Tata Tertib Gereja YHS, dan menyatakan secara tertulis bahwa ia telah mengundurkan diri dari organisasi yang lama (sebelumnya) dan mengajukan permohonan penggabungan secara tertulis kepada Gembala Jemaat setempat.

4.2. Sesudah persyaratan ini dipenuhi, ia mendapat Surat Tugas dari Pendeta / Gembala setempat

4.3. Tiap hamba Tuhan yang telah diterima oleh Jemaat setempat, dapat dicalonkan menjadi hamba Tuhan Gereja YHS, sesudah ia memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam tata dasar dan Tata Tertib Gereja YHS

4.4. Tiap penggabungan harus dilaporkan kepada MPW/MPD/MPS

 

 

PERSYARATAN UNTUK PENGGABUNGAN :

Persyaratan untuk penggabungan Jemaat dari lain organisasi dan Persekutuan Doa dalam wadah Gereja YHS :

 

I. PERSEKUTUAN DOA

1. Persekutuan Doa yang sudah berkembang menjadi Jemaat dengan Ibadah-ibadah yang tetap dengan anggotanya lebih dari 100 jiwa (yang belum menjadi anggota Gereja YHS) dapat diterima penggabungannya kepada Gereja YHS.

a. Penggabungan dapat diterima, sesudah mendapat persetujuan MPD/MPS

b. Memberi pernyataan tertulis kepada MPS Gereja YHS bahwa ia setuju dengan Pengakuan Iman, Pengajaran, Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja YHS. Menulis pernyataan tersendiri bahwa dengan sukarela mau mengirim perpuluhan dari Jemaatnya kepada MPS Gereja YHS

c. Pemimpinnya dapat diberikan Surat Tugas oleh MPS Gereja YHS sebagai Gembala Jemaat, setelah lulus ujian akan diberikan kartu hamba Tuhan Ps.

d. Pemimpinnya diwajibkan membeli dan mempelajari Buku Panduan Pelayanan dan buku lainnya yang direferensikan oleh MPS

e. Prosedur pengangkatan sebagai A.Ps, Ps atau S.Ps diatur menurut Tata Dasar dan Tata Peraturan Gereja YHS (melalui ujian)

 

2. Persekutuan Doa yang mempunyai anggota di bawah 100 jiwa (yang belum menjadi anggota Gereja YHS) dapat diterima dalam wadah Gereja YHS, tetapi Jemaat tersebut harus dibina / diawasi oleh seorang Pastor YHS atau langsung di bawah pengawasan MPD/MPS.

a. Penggabungan dapat diterima, sesudah mendapat persetujuan MPD/MPS

b. Memberi pernyataan tertulis kepada MPS Gereja YHS bahwa ia setuju dengan Pengakuan Iman, Pengajaran, tata Dasar dan Tata dasar Gereja YHS. Menulis pernyataan tersendiri bahwa dengan sukarela mau mengirim perpuluhan dari Jemaatnya kepada MPS Gereja YHS

c. Pemimpinnya dapat diberikan Surat Tugas oleh MPS Gereja YHS sebagai Gembala Jemaat, setelah lulus ujian akan diberikan kartu hamba Tuhan A.Ps.

d. Pemimpinnya diwajibkan membeli dan mempelajari Buku Panduan Pelayanan dan buku lainnya yang direferensikan oleh MPS.

e. Prosedur pengangkatan sebagai A.Ps, Ps atau S.Ps diatur menurut Tata dasar dan tata Peraturan Gereja YHS (melalui ujian).

 

 

II. JEMAAT DARI LAIN ORGANISASI

Jemaat dari lain organisasi yang sudah terdaftar pada Departemen agama Pusat dapat ditrerima dalam wadah Gereja YHS, setelah pemohon mengajukan permohonan secara tertulis kepada MPS Gereja YHS dan ia akan diwawancarai oleh MPD/MPS

a. Penggabungan dapat diterima, sesudah mendapat persetujuan MPD/MPS

b. Memberi pernyataan tertulis kepada MPS Gereja YHS bahwa ia setuju dengan Pengakuan Iman, Pengajaran, tata Dasar dan Tata dasar Gereja YHS. Menulis pernyataan tersendiri bahwa dengan sukarela mau mengirim perpuluhan dari Jemaatnya kepada MPS Gereja YHS

c. Kartu Hamba Tuhan diberikan menurut surat/kartu jabatan dari organisasi yang lama, dengan ketentuan bahwa kehidupannya tidak tercela

d. Pemimpinnya diwajibkan membeli dan mempelajari Buku Panduan Pelayanan dan buku lainnya yang direferensikan oleh MPS

e. Apabila ada keragu-raguan tentang kependetaannya mengenai pengetahuan dan pengalamannya, maka ia harus mengikuti ujian yang diadakan oleh MPS

f. Ada surat keterangan, tembusan/copy bahwa ia sudah mengundurkan diri dari organisasi yang lama.

 

III. PENGGABUNGAN HAMBA TUHAN KE JEMAAT LOKAL

Setiap Pendeta, Penginjil tanpa Jemaat dari organisasi lain, dapat bergabung dengan Gereja YHS setempat.

a. Ia harus mengajukan permohonan tertulis kepada Gembala setempat disertai dengan pernyataan tersendiri bahwa ia setuju dengan Pengakuan Iman, Pengajaran , Tata dasar dan Tata Tertib Gereja YHS.

b. Ia diwajibkan untuk memberi dengan sukacita 5% dari penghasilannya kepada Jemaat setempat dan 5% kepada MPS untuk program Nasional.

c. Pengangkatan untuk menjadi Ps, A.Ps, Ev dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam Tata Dasar dan Tata Tertib Gereja YHS.

 

 

B. PERINTISAN PEMBUKAAN JEMAAT / GEREJA BARU

 

I. PERINTISAN OLEH GEREJA LOKAL.

1. Seorang Gembala Jemaat bisa mengembangkan Gereja YHS seluas-luasnya dengan membuka cabang-cabang Jemaat dengan ketentuan bahwa ia harus memperhatikan dan bekerja sama dengan Gereja YHS yang sudah ada lebih dahulu dan disetujui oleh MPS/MPD/BPW.

2. Jemaat Induk harus melaporkan kepada MPS/MPD/MPW tentang pembukaan suatu Jemaat cabang tersebut.

3. Pembukaan Jemaat Baru atau Jemaat Cabang diharapkan tidak menimbulkan masalah antar hamba Tuhan Gereja YHS, dan bila terjadi masalah maka MPS/MPD/MPW berhak untuk menertibkan.

4. Pembukaan Bakal Jemaat dapat dimulai dengan Ibadah Anak-anak atau Persekutuan Doa sesuai dengan Firman Tuhan (Kisah 12:12).

 

PENJELASAN :

1. Jemaat Baru yang dirintis / dibuka oleh Gembala Jemaat Gereja Induk:

a. Keuangannya diatur dan dibiayai oleh Gereja Induk yang bersangkutan.

b. Properti yang dibeli atau dibiayai oleh Gereja Induk akan menjadi miliki Gereja Induk yang membiayainya, kecuali dihibahkan kepada Jemaat lokal atau sinode.

 

2. Jemaat Baru yang dirintis/dibuka dan dibiayai oleh seorang hamba Tuhan secara pribadi : maka seluruh properti yang dibelinya akan menjadi milik pribadi hamba Tuhan tersebut, kecuali ia menghibahkannya kepada Sinode atau gereja lokal.

 

II. PERINTISAN OLEH SINODE

1. Jemaat Baru yang dirintis / dibuka dan dibiayai oleh MPS / Sinode:

a. Keuangannya akan diatur dan dibiayai oleh MPS.

b. Properti yang dibeli akan menjadi milik Sinode Gereja YHS

c. Hamba Tuhan yang ditempatkan harus bertanggung jawab kepada sinode.

 

2. Jemaat Baru yang dirintis seorang hamba Tuhan dengan bantuan Sinode:

a. Seorang hamba Tuhan bisa merintis / membuka gereja baru dengan mendapatkan dukungan dari MPS selama 3 bulan.

b. Besaran dukungan yang diberikan akan disesuaikan dengan kesepakatan antara hamba Tuhan tersebut dengan MPS .

c. Setelah 3 bulan berjalan akan dievaluasi, akan dipertimbangkan apakah bantuan tersebut dilanjutkan atau tidak.

d. Apabila dinilai memiliki prospek yang bagus maka bantuan bisa dilanjutkan 3 bulan lagi yang akan diperhitungkan sebagai pinjaman yang nantinya harus dikembalikan ke Kas Sinode, untuk bantuan pembukaan gereja jemaat di tempat yang lain.

e. Status gereja yang dirintis adalah otonom, bisa mengatur penatalayanan dan keuangannya sendiri.

 

 

Lampiran:

  1. Contoh surat penggabungan

 

2.  Formulir isian ………………(1)……………., ………………(2)…………….

Kepada Yth. Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode

Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS)

Jl. Gunung Latimojong 33

Makassar

No. : ……(3)…….

Lamp. : ……(4)…….

Perihal : Penggabungan.

Salam Sejahtera dalam Kristus,

Dengan hormat, Kami Majelis Jemaat, untuk dan atas nama warga jemaat yang beribadah di …………(5)……….., Jl. ………………(6)……………, ……………(7)………….., menyampaikan permohonan kepada Majelis Pekerja Sinode Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS) untuk :

1. Bergabung dan berada di dalam kelembagaan Sinode Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS). Kami menyatakan bersedia tunduk dan taat pada Pengakuan Iman, Tata Dasar, Tata Peraturan dan Tata Etika Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS). 2. Mengajukan permohonan nama: …………………(8)……………………. sebagai nama lokal Gereja Yesus Hidup Sejati di ……………(9)………….. dan Gereja YHS yang digembalakan ………………(10)…………………..

Demikian Surat Permohonan kami, atas nama seluruh warga jemaat kami berharap Bapak Ketua MPS Gereja YHS berkenan mengabulkan permohonan kami.

Terima kasih, Tuhan Yesus Kristus kiranya semakin memberkati kita semua.

Majelis Jemaat

……………(11)………………

…………(12)………………..

………………. (13)……………………

…………………(13) ……………………

………………… ……(13)…………………………

 

 

Cara pengisian Form :

Surat ini tidak usah dibuat diatas surat yang berkop surat, karena setelah mundur dari Sinode yang lama berarti tidak memiliki kop surat lagi. Jadi dapat menggunakan kertas putih polos.

 

1. Diisi nama kota Jemaat Lokal

2. Tanggal dan bulan dibuatnya surat ini

3. No surat dari gereja lokal tersebut

4. Bila sebelumnya telah bergabung dengan sinode lain, maka perlu dilampirkan pernyataan pengunduran diri dari sinode tersebut.

5. Karena sudah mundur dari sinode sebelumnya, maka praktis tidak/belum memiliki sinode sehingga kemungkinan namanya berganti, maka no 5 dapat diisi tempat ibadahnya (nama ruko, mall dll). Bila tidak ada nama tempat, dapat langsung diisi no 6 (nama jalan).

6. Nama jalan adalah nama jalan tempat ibadah (bukan sekretariat).

7. Nama Kota tempat ibadah. Bila memiliki sekretariat yang berbeda dengan tempat ibadah, dapat diinformasikan sebagai berikut: …………..(7)………., dengan sekretriat di jalan ………………, no………..

8. Diisi nama – nama gereja lokal yang dipilih

9. Nama kota gereja yang akan bergabung.

10. Nama Gembala setempat yang menggembalakan gereja tersebut.

11. Adalah Majelis Jemaat setempat.

12. Adalah nama Gembala, yang biasanya sekaligus Majelis Jemaat.

13. Nama – nama yang mewakili Majelis Jemaat.

 

LAMPIRAN :

1. Surat pengunduran diri dari sinode gereja sebelumnya.

2. Daftar anggota jemaat yang sedang dilayani.

3. Copy Kartu Pejabat dari sinode gereja sebelumnya.

4. Copy Identitas diri.

5. Akte nikah.

 

 

FORMULIR PENGGABUNGAN GEREJA

I.     Nama : ………………………………………………………………………………………..

Tempat/tanggal lahir : ………………………………………………………………….

Alamat : ……………………………………………………………………………………..

No Telp/Hp/Pin BB : ……………………………………………………………………

 

II.   Nama Gereja : ……………………………………………………………………………

Alamat Gereja : ………………………………………………………………………..

 

III. Jumlah Anggota : ………………………………………………………………………

Yang sudah baptis : ……………………………………………………………………

Yang belum baptis : ……………………………………………………………………

Simpatisan : ……………………………………………………………………………..

Youth : ……………………………………………………………………………………

Sekolah Minggu : …………………………………………………………………….

Jumlah total : …………………………………………………………………………..

 

IV. Tempat Ibadah

Rumah      
Ruko      
Hotel      
Restoran

Ket : Sudah milik sendiri/belum

 

V. Kegiatan

Ibadah Raya

Doa Malam

Youth

Sekolah Minggu

Wanita

Dll

 

 

Lampiran

a. Pribadi

v Surat Nikah.

v Kartu susunan keluarga (KSK/KK).

v KTP.

v Surat pengunduran diri dari gereja sebelumnya.

v Foto Copy ijazah terakhir atau Foto copy ijazah sesuai dengan gelar yang dipakai.

v Foto copy kartu pejabat.

 

b. Gereja

v Surat Ijin Gereja.

v Surat perjanjian kontrak/sewa.